Pelumas yang baik umumnya memiliki pH yang sesuai dengan kondisi vagina sehingga dapat meminimalkan risiko iritasi. Selain itu, pilih produk yang kompatibel dengan kondom apabila digunakan sebagai alat kontrasepsi.
Sementara itu, untuk menjaga kelembapan area intim sehari-hari, sebagian ahli juga menyarankan penggunaan minyak vitamin E atau minyak kelapa. Namun, minyak tidak disarankan digunakan bersamaan dengan kondom berbahan lateks karena dapat meningkatkan risiko kondom robek.
Saat memilih pelumas, sebaiknya hindari produk yang mengandung:
Pelumas dengan sensasi hangat, dingin, berkilau, atau aroma yang terlalu kuat juga berpotensi menyebabkan iritasi pada sebagian orang. Jika memilih pelumas beraroma, pilih produk dengan bahan alami dan lakukan uji coba pada kulit terlebih dahulu untuk melihat kemungkinan reaksi alergi.
1. Pelumas Berbasis Air (Water-Based)
Pelumas berbahan dasar air menjadi salah satu pilihan yang paling umum digunakan.
Kelebihan: