BANYAK orang yang terbiasa tidur dengan lampu menyala. Penyebabnya beragam, mulai dari merasa lebih nyaman, takut gelap, maupun kebiasaan menonton televisi sebelum tidur.
Namun, tahukah Anda bahwa paparan cahaya saat tidur dapat memengaruhi kualitas istirahat dan kesehatan secara keseluruhan? Ada dampaknya pada tubuh.

Dilansir dari Health, Selasa (23/6/2026), saat malam hari dan kondisi lingkungan menjadi gelap, otak akan memproduksi hormon melatonin. Hormon ini berperan penting dalam mengatur ritme sirkadian atau "jam biologis" tubuh yang mengontrol siklus tidur dan bangun.
Ketika seseorang terpapar cahaya sebelum atau selama tidur, produksi melatonin dapat berkurang. Akibatnya, tubuh menjadi lebih sulit mengantuk, tidur tidak nyenyak, dan waktu tidur dalam (deep sleep) berkurang.
Padahal, tidur dalam merupakan fase penting untuk pemulihan tubuh, fungsi otak, serta kesehatan fisik dan mental. Karena itu, pentingnya tidur dalam gelap.
Ada beberapa dampak juga yang bisa muncul karena tidur dengan kondisi lampu menyala. Kamu mesti waspada karena dampaknya bisa muncul hingga ke tubuh.
1. Meningkatkan Risiko Depresi
Paparan cahaya pada malam hari dapat mengganggu produksi melatonin yang berhubungan dengan kualitas tidur dan suasana hati. Kurang tidur dalam jangka panjang diketahui dapat meningkatkan risiko perubahan mood, mudah marah, hingga depresi.
Tidur dalam kondisi gelap dinilai lebih mendukung kesehatan mental dibandingkan tidur dengan lampu menyala.
2. Berisiko Menyebabkan Kenaikan Berat Badan
Beberapa penelitian menemukan bahwa orang yang tidur dengan televisi atau lampu menyala memiliki risiko lebih tinggi mengalami obesitas dibandingkan tidur dalam kondisi gelap. Kurangnya kualitas tidur dapat memengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang.
Akibatnya, seseorang cenderung mengonsumsi lebih banyak makanan berkalori tinggi. Hal ini terjadi karena mereka merasa lelah.
3. Menurunkan Konsentrasi dan Kewaspadaan
Tidur yang tidak berkualitas dapat membuat seseorang merasa mengantuk dan kurang fokus keesokan harinya. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko kecelakaan saat mengemudi, bekerja dengan mesin, atau melakukan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Pada lansia, kurang tidur juga dapat meningkatkan risiko terjatuh.
4. Meningkatkan Risiko Penyakit Kronis
Jika gangguan tidur akibat paparan cahaya terjadi dalam jangka panjang, risiko beberapa penyakit kronis dapat meningkat. Di antaranya, ada tekanan darah tinggi, penyakit jantung, strok, dan diabetes tipe 2.
Hal ini menunjukkan bahwa kualitas tidur memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Pada umumnya, manfaat tidur dengan lampu menyala sangat terbatas. Beberapa orang mungkin menggunakan cahaya saat tidur siang agar tidak tertidur terlalu lama.
Lampu tidur juga sering digunakan untuk membantu anak-anak yang takut gelap. Namun, seiring bertambahnya usia, kebiasaan tidur dengan cahaya sebaiknya mulai dikurangi agar tubuh dapat memperoleh kualitas tidur yang lebih baik.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.