Selain itu, dampak positif dari pola asuh ini juga penting, karena orangtua membimbing anak mencari solusi. Anak jadi tahu bahwa meskipun ada masalah, mereka bisa menyelesaikannya dengan dukunganmu.
Namun, tantangan gentle parenting pun butuh banyak waktu dan kesabaran. Orangtua harus sering meluangkan waktu untuk berdialog dan menyelami emosi anak. Ini bisa sangat melelahkan, terutama kalau orang tua bekerja penuh waktu.
Tak hanya itu, orangtua juga harus mengubah kebiasaan. Mungkin orangtua dulu mendidik dengan cara VOC, namun ketika punya anak tak bisa membiarkan kebiasaan tersebut menjadi pola asuh.
Sebuah mitos berkata, gentle parenting membuat anak jadi ngelunjak, karena orangtua dianggap sebagai teman yang terlalu membebaskan. Padahal kenyataannya tak begitu. Orangtua tetap figur otoritas yang membuat aturan, namun anak patuh karena rasa hormat dan pemahaman, bukan karena takut dihukum.
Menerapkan gentle parenting itu penuh dengan trial and error. Wajar kalau hari ini Mom dan Dad masih sering kelepasan marah. Itu namanya proses. Yang penting gentle parenting itu penting saat anak berbuat kesalahan. Teruslah berlatih mengevaluasi diri demi masa depan emosional anak yang lebih sehat.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.