Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Anak Velcro, Wajar atau Perlu Dikhawatirkan? Begini Cara Melatih Kemandiriannya!

Agustina Wulandari , Jurnalis-Minggu, 09 Agustus 2026 |12:03 WIB
Anak Velcro, Wajar atau Perlu Dikhawatirkan? Begini Cara Melatih Kemandiriannya!
Ilustrasi velcro kid. (Foto: dok Magnific/jcomp)
A
A
A

JAKARTA - Pernah dengar istilah anak velcro? Sesuai namanya, ini adalah sebutan untuk anak yang suka mengikuti atau nempel dengan orang tuanya, persis seperti perekat velcro. Mereka biasanya sulit beranjak jauh-jauh dan selalu mengekor ke mana pun orang tuanya pergi, bahkan sampai ke kamar mandi.

Kenapa Anak Bisa Jadi Sangat Lengket dengan Orang Tua?

Dilansir dari Parents, punya anak velcro bukan berarti ada yang salah dengan pola asuhmu. Biasanya, ini cuma fase. Ada beberapa alasan kenapa anak jadi sangat lengket:

  • Mencari Rasa Aman: Mereka mungkin sedang merasa cemas atau tidak stabil, jadi mereka menjadikan kamu sebagai tempat berlindung.
  • Fase Perkembangan: Ini adalah hal yang sangat wajar, terutama saat balita sedang mengalami separation anxiety (kecemasan akan perpisahan).
  • Perubahan Situasi: Ada perubahan besar yang bikin mereka stres, seperti pindah rumah, masuk sekolah baru, ganti pengasuh, atau punya adik baru.

Tantangan Punya Anak Velcro

Meski kedengarannya menggemaskan, kalau dibiarkan terus-menerus tanpa dilatih mandiri, ada beberapa dampak negatifnya:

  • Kamu jadi tak punya waktu untuk diri sendiri (me time), yang ujung-ujungnya bisa bikin stres dan burnout.
  • Kalau anak terlalu bergantung pada orang tau untuk menyelesaikan setiap masalahnya, ke depannya mereka bisa jadi takut mengambil risiko, kurang berani mencoba hal baru, dan tidak tahu cara menghadapi tantangan.

Gimana Cara Menghadapinya?

Anak-anak perlu belajar bahwa mereka akan tetap baik-baik saja meskipun sedang tidak bersama orang tuanya. Kedekatan itu bagus, tapi kemandirian juga sangat penting buat mereka. Coba terapkan tips ini:

  • Latih perpisahan secara singkat. Bilang ke anak kalau kamu mau ke ruangan sebelah atau ke toilet selama semenit, lalu kembali sesuai janjimu.
  • Saat kamu harus pergi, misalnya ke kantor, pamitlah baik-baik. Pergi diam-diam saat anak lengah justru akan merusak kepercayaannya. Besoknya, mereka bakal makin nempel karena takut kamu tiba-tiba menghilang lagi.
  • Berikan mereka waktu bermain sendiri di ruangannya selama beberapa menit. Awalnya mereka mungkin bakal menangis atau ngambek, tapi cobalah untuk konsisten dan perlahan tambah durasi waktunya.
  • Anak yang clingy atau suka nempel biasanya akan jauh lebih tenang kalau mereka tahu jadwal hariannya. Rutinitas yang konsisten bikin mereka merasa jauh lebih aman.

Nah, Moms, menjadi tempat yang aman buat anak itu luar biasa, tapi pelan-pelan kamu juga perlu mendorong mereka supaya lebih berani dan percaya diri untuk mandiri.

(Agustina Wulandari )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement