Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perlukah Gentle Parenting saat Anak Berbuat Salah?

Agustina Wulandari , Jurnalis-Kamis, 18 Juni 2026 |08:08 WIB
Perlukah Gentle Parenting saat Anak Berbuat Salah?
Ilustrasi gentle parenting. (Foto: dok Freepik/pikisuperstar)
A
A
A

JAKARTA - Menjadi orangtua adalah sebuah anugerah, meski terkadang banyak tantangannya. Apalagi kalau anak sedang tantrum padahal sedang buru-buru, rasanya pasti ingin mengeluarkan emosi. 

Belakangan ini, pendekatan gentle parenting makin populer karena dinilai sangat baik untuk mental dan perkembangan emosional anak. Tapi, apa sebenarnya pola asuh ini dan bagaimana cara kerjanya?

Apa Itu Gentle Parenting?

Melansir Cleveland Clinic, Dokter Spesialis Anak Karen Estrella mengatakan, gentle parenting adalah pola asuh yang bertujuan membesarkan anak yang percaya diri, mandiri, dan bahagia. Kuncinya ada pada empat hal: empati, rasa hormat, pengertian, dan batasan yang sehat.

Jika pola asuh tradisional berfokus pada reward and punishment (hadiah dan hukuman), gentle parenting mengajak orangtua untuk tidak mengancam atau meneriaki si kecil agar berhenti karena takut saat mereka berulah. Sebaliknya, orangtua justru membantu mereka memahami mengapa perilaku tersebut salah agar mereka punya kesadaran diri yang baik.

Dampak Positif dan Tantangan Gentle Parenting

Pola asuh ini tak bisa langsung mengubah anak secara kilat. Dengan pola asuh seperti ini otomatis anak perlahan belajar bagaimana tindakan mereka berdampak pada perasaan orang lain karena orangtua sering mendiskusikan emosi dengan mereka.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement