Selain faktor anatomi, kondisi kesehatan secara keseluruhan justru memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap kesuburan pria. Salah satu contohnya adalah diabetes melitus yang tidak terkontrol.
Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat mengganggu kualitas sperma. Mulai dari jumlah, pergerakan, hingga bentuk sperma yang normal.
"Ada juga pasien-pasien yang diabetes dengan gula tinggi, itu pasti susah untuk memiliki anak karena spermanya berantakan juga," lanjut dr. Dema.
Para ahli menilai bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap fertilitas pria meliputi kualitas sperma, keseimbangan hormon, kesehatan testis, gaya hidup, berat badan, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, hingga penyakit kronis tertentu. Karena itu, ukuran organ intim bukanlah satu-satunya indikator kesuburan.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.