JAKARTA – Banyak orang olahraga dengan tujuan menjaga kebugaran tubuh, menurunkan berat badan, atau membentuk otot. Namun, benarkah rutin berolahraga juga dapat membuat sistem imun lebih kuat sehingga tubuh tidak mudah terserang penyakit?
Saat ini, olahraga semakin populer di berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Jenisnya pun beragam, dari aktivitas sederhana seperti jalan kaki dan lari hingga olahraga yang tengah tren seperti padel.
Dokter umum sekaligus influencer kesehatan, dr. Tirta Mandira Hudhi, dalam unggahan video di kanal YouTube miliknya menjelaskan bahwa olahraga memang berperan dalam menjaga kestabilan sistem imun tubuh.
Menurut dr. Tirta, imunitas yang lebih stabil membantu tubuh mengendalikan respons peradangan dengan lebih baik ketika terpapar virus atau bakteri. Akibatnya, proses pemulihan saat sakit dapat berlangsung lebih cepat dan risiko mengalami gejala yang berat menjadi lebih rendah.
“Ini membuat imunitas tubuh kita lebih stabil. Sehingga ketika terkena virus atau bakteri, sistem peradangannya menjadi lebih terkontrol,” kata dr. Tirta.
Ia menjelaskan bahwa manfaat tersebut muncul karena olahraga memicu berbagai adaptasi positif dalam tubuh. Tidak hanya pada otot, tetapi juga pada jantung, sistem peredaran darah, metabolisme, hingga kemampuan tubuh dalam mengelola stres.
“Ketika kita melatih otot fisik, terjadi perubahan adaptif di tubuh manusia. Mulai dari otot, jantung, peredaran darah, sistem metabolisme, hingga manajemen stres yang lebih terkontrol. Itu yang membuat imunitas orang yang rajin olahraga cenderung lebih baik dibandingkan orang yang kurang aktif bergerak,” jelasnya.
Menurut dr. Tirta, pemahaman mengenai hubungan antara aktivitas fisik dan sistem imun juga membuat banyak tenaga kesehatan kini menganjurkan pasien untuk rutin berolahraga sebagai bagian dari pola hidup sehat.
“Kalau dulu pasien datang ke dokter biasanya hanya disarankan istirahat, makan yang cukup, dan minum obat. Sekarang ditambah dengan olahraga teratur karena ada kaitan yang kuat antara latihan fisik dan sistem imun yang lebih stabil,” ujarnya.
Meski demikian, dr. Tirta menegaskan bahwa olahraga bukan berarti membuat seseorang kebal terhadap penyakit. Orang yang rutin berolahraga tetap bisa terkena infeksi, termasuk demam berdarah atau penyakit lainnya. Namun, tubuh umumnya mampu memberikan respons yang lebih terkendali.
“Kamu olahraga tetap bisa kena DBD, tetap. Jadi kita tetap bisa terkena infeksi, tetapi reaksinya tidak sampai menimbulkan infeksi sistemik yang berat. Misalnya saat demam, suhunya mungkin hanya sekitar 37,5 derajat Celsius atau demam ringan, tidak separah orang yang jarang berolahraga,” tegasnya.
Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa olahraga yang dilakukan secara berlebihan justru dapat memberikan dampak sebaliknya. Aktivitas fisik yang melampaui kemampuan tubuh berpotensi menyebabkan kelelahan berlebih dan menurunkan daya tahan tubuh.
“Ada catatannya. Orang yang berolahraga berlebihan justru bisa mengalami penurunan imunitas karena terjadi kelelahan sistem saraf pusat atau central nervous system (CNS) fatigue. Kalau tidak sedang mempersiapkan diri menjadi atlet, jangan mengikuti pola latihan atlet karena mereka memiliki pelatih dan pengawasan khusus,” pungkasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.