“Ketika kita tidur nyenyak pada fase deep sleep, tubuh mengeluarkan hormon pertumbuhan (growth hormone) dan hormon-hormon yang berperan dalam proses pemulihan. Kalau pola tidur berantakan, hormon-hormon ini tidak keluar optimal sehingga proses perbaikan sel terganggu,” paparnya.
Lebih lanjut, kurang tidur juga dapat merusak lapisan endotel pada pembuluh darah. Kerusakan ini memicu penumpukan kolesterol jahat atau LDL (Low-Density Lipoprotein), yang menjadi salah satu faktor utama terbentuknya plak penyebab penyakit jantung koroner.
“Kerusakan endotel atau lapisan pembuluh darah menyebabkan penumpukan LDL lebih mudah terjadi. Akibatnya muncul plak yang meningkatkan risiko aterosklerosis atau penyakit jantung koroner,” pungkas dr. Tirta.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.