Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sleep Tourism, Tren Liburan buat si Mager yang Tetap Ingin Healing

Agustina Wulandari , Jurnalis-Kamis, 11 Juni 2026 |21:08 WIB
Sleep Tourism, Tren Liburan buat si Mager yang Tetap Ingin Healing
Ilustrasi sleep tourism. (Foto: dok Freepik/benzoix)
A
A
A

JAKARTA - Di era modern yang serba cepat, tak heran jika banyak orang merasa kelelahan, baik secara fisik maupun mental. Merespons fenomena tersebut, kini muncul sebuah tren liburan unik bernama sleep tourism atau wisata tidur. 

Berbeda dengan gaya liburan konvensional yang kerap dipenuhi jadwal padat untuk mengeksplorasi berbagai destinasi, sleep tourism hanya memiliki satu tujuan utama, yaitu tidur nyenyak.

Liburan yang Mengutamakan Istirahat Total

Jika biasanya pulang berlibur justru membuat tubuh terasa remuk karena terlalu banyak jalan-jalan, sleep tourism menawarkan pengalaman yang berbeda. Konsep ini menitikberatkan pada relaksasi dan kenyamanan maksimal. 

Di sini, kamu sah-sah saja menghabiskan waktu seharian penuh di atas kasur tanpa perlu merasa bersalah atau diburu-buru jadwal belanja atau wisata. Intinya adalah menjauh dari hiruk-pikuk keseharian dan mengizinkan tubuh serta pikiran untuk benar-benar beristirahat tanpa tekanan.

Investasi untuk Fisik dan Kesehatan Mental

Kesibukan rutinitas, tekanan pekerjaan, hingga gangguan teknologi sering kali membuat waktu istirahat terabaikan dan kualitas tidur menurun. Wisata tidur hadir sebagai solusi untuk memperbaiki ritme tidur tersebut sekaligus mengurangi dampak buruk dari kelelahan kronis. 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement