Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sleep Tourism, Tren Liburan buat si Mager yang Tetap Ingin Healing

Agustina Wulandari , Jurnalis-Kamis, 11 Juni 2026 |21:08 WIB
Sleep Tourism, Tren Liburan buat si Mager yang Tetap Ingin Healing
Ilustrasi sleep tourism. (Foto: dok Freepik/benzoix)
A
A
A

Destinasi wisata ini umumnya berlokasi di tempat yang jauh dari kebisingan kota atau dikelilingi alam yang damai. Udara segar dan suasana tenang ini menjadikannya investasi yang luar biasa bagi pemulihan kesehatan mental dan kebugaran fisik.

Fasilitas Premium Khusus Pendukung Tidur

Melihat tingginya minat masyarakat terhadap tren ini, banyak pelaku industri perhotelan dan resor di seluruh dunia yang mulai menyediakan paket khusus sleep tourism. Pengunjung tidak hanya sekadar diberikan kamar, tetapi dimanjakan dengan fasilitas pendukung tidur tingkat tinggi. 

Mulai dari kasur berspesifikasi premium, bantal super empuk, hingga teknologi tidur yang mutakhir. Beberapa tempat penginapan bahkan melengkapi layanannya dengan spa relaksasi, aromaterapi, sesi meditasi, hingga pilihan makanan sehat yang dirancang khusus untuk memancing kantuk dan membuat istirahat lebih lelap.

Apabila kamu merasa kehabisan energi, selalu kurang tidur, atau sekadar enggan menghadapi "drama" kelelahan pasca-liburan, sleep tourism adalah opsi yang paling ideal. Ini adalah cara baru memanjakan diri, sebuah liburan di mana kamu bisa menemukan kedamaian sejati, memulihkan energi yang terkuras, dan pulang dengan kondisi tubuh yang sepenuhnya segar kembali.

(Agustina Wulandari )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement