Seseorang yang memiliki kerentanan genetik dapat mengalami lupus ketika terpapar faktor pemicu tertentu, seperti:
Faktor hormonal juga berpengaruh besar. Itulah sebabnya lupus jauh lebih sering ditemukan pada perempuan usia produktif dibandingkan laki-laki, dengan perbandingan sekitar sembilan banding satu.
Lupus termasuk penyakit kronis yang hingga saat ini belum dapat disembuhkan sepenuhnya. Namun, dengan pengobatan yang tepat dan teratur, aktivitas penyakit dapat dikendalikan sehingga pasien tetap dapat menjalani kehidupan secara produktif.
Penyakit ini memiliki pola yang dinamis. Pada satu waktu gejala bisa mereda atau memasuki fase remisi, tetapi sewaktu-waktu dapat kambuh kembali jika terdapat faktor pemicu.
Pengobatan lupus umumnya menggunakan obat-obatan yang berfungsi menekan respons imun yang berlebihan, seperti kortikosteroid dan berbagai jenis imunosupresan lainnya. Selain itu, dokter juga dapat memberikan terapi tambahan sesuai kondisi masing-masing pasien, misalnya obat tekanan darah, obat diabetes, atau pengencer darah.