Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hari Lupus Sedunia: Kisah Suami Pantang Menyerah Mendampingi Istrinya Penyandang Lupus

Tim Okezone , Jurnalis-Rabu, 11 Mei 2022 |08:25 WIB
Hari Lupus Sedunia: Kisah Suami Pantang Menyerah Mendampingi Istrinya Penyandang Lupus
Kisah suami setia Eko Pratomo menjaga istrinya yang penyandang lupus. (Foto: Eko Pratomo/SDF)
A
A
A

HARI Lupus Sedunia diperingati setiap tanggal 10 Mei. Lupus sendiri merupakan penyakit autoimun kronis yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Akibatnya, imun yang seharusnya melindungi tubuh dari serangan penyakit justru balik menyerang sel-sel, jaringan, serta organ tubuh lainnya.

Terdapat banyak cerita di balik Hari Lupus Sedunia ini, salah satunya kisah yang dialami suami bernama Eko Pratomo. Ia setia menjaga istrinya yang juga penyandang lupus.

Baca juga: Hari Lupus Sedunia, Lakukan Saluri untuk Deteksi Dini Yuk 

Berawal pada Februari 1999 yang disebutnya menjadi awal menghadapi hari-hari yang "kelam". Istrinya dinyatakan mengidap penyakit lupus dan harus menjalani serangkain operasi, termasuk karena efek samping pengobatan yang harus dijalaninya.

Eko menyatakan mengalami kehilangan penglihatan dan pengangkatan rahim mungkin malah lebih "menyakitkan" dari penyakit lupus yang dialami istrinya.

Kisah suami setia Eko Pratomo menjaga istrinya yang penyandang lupus. (Foto: Eko Pratomo/SDF)

Banyak yang tidak mengenal apa itu penyakit lupus, ketika itu. Termasuk Eko sendiri, dan ketidaktahuan sering membuat segalanya lebih menakutkan.

"Beruntung istriku termasuk wanita yang tidak mudah menyerah. Walau didera dua kali depresi lumayan berat, hubungan dengan Sang Khalik tidak pernah dilepasnya. Pertolongan-Nya hadir tidak hanya untuk menyelamatkan dirinya, tapi Dia menguatkan istriku untuk juga membantu sesama penyandang lupus dan penyandang difabel netra. Btw, istriku berupaya mengganti kata penderita menjadi penyandang, karena katanya sakit tidak harus menderita," ungkap Eko dalam keterangan yang diterima Okezone, Rabu (11/5/2022).

Baca juga: Jaga Kesehatan, Penyandang Lupus Wajib Atur Pola Makan dan Olahraga 

Dia melanjutkan, pada 2004 hadir Syamsi Dhuha Foundation (syamsidhuhafoundation.org/SDF). Istrinya dibantu banyak sahabat-sahabatnya berjuang membantu meningkatkan kualitas hidup para penyandang lupus (autoimun) dan difabel netra melalui berbagai kegiatan.

Semangat untuk berjuang bersama dalam suatu komunitas terbukti lebih meringankan para penyandang lupus hidup bersahabat dan berdampingan dengan Si Luppy, sahabat yang suka nakal.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement