MINUM air putih merupakan salah satu kebiasaan sehat yang dianjurkan untuk menjaga fungsi tubuh tetap optimal. Namun, belakangan muncul anggapan bahwa minum air es dapat membantu menurunkan berat badan lebih cepat dibandingkan air biasa atau air hangat. Benarkah demikian?
Sejumlah penelitian memang menunjukkan bahwa tubuh membakar sedikit kalori tambahan saat menghangatkan air dingin yang masuk ke tubuh. Namun, apakah efeknya cukup besar untuk membuat berat badan turun secara signifikan? Berikut penjelasannya.

Dilansir dari Vinmec, secara teori saat seseorang minum air dingin atau air es, tubuh perlu mengeluarkan energi untuk menyesuaikan suhu air tersebut dengan suhu tubuh yang normal. Proses ini membutuhkan kalori, meski jumlahnya relatif kecil.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi sekitar 250 ml air dingin dapat membantu tubuh membakar sekitar 7 kalori tambahan. Meski terdengar menjanjikan, jumlah tersebut sebenarnya tidak cukup besar untuk menghasilkan penurunan berat badan yang signifikan tanpa dibarengi pola makan sehat dan aktivitas fisik.
Dengan kata lain, air es bukanlah pembakar lemak ajaib. Air es hanya memberikan efek tambahan yang kecil terhadap pengeluaran energi tubuh.

Namu, tetap ada manfaat dari meminum air putih. Salah satu manfaat utama minum air sebelum makan adalah membantu memberikan rasa kenyang. Ketika lambung terisi air, seseorang cenderung mengonsumsi makanan dalam porsi lebih sedikit.
Sebuah penelitian menemukan bahwa orang dengan kelebihan berat badan yang minum sekitar 500 ml air 30 menit sebelum makan selama beberapa minggu mengalami penurunan berat badan lebih besar dibandingkan mereka yang tidak melakukannya. Efek ini tidak bergantung pada suhu air.
Baik air dingin maupun air suhu ruang sama-sama dapat membantu mengendalikan asupan kalori jika dikonsumsi dengan cara yang tepat. Selain membantu mengontrol nafsu makan, minum air juga diketahui dapat meningkatkan laju metabolisme tubuh untuk sementara waktu.
Beberapa studi menunjukkan bahwa konsumsi air dapat meningkatkan pembakaran energi hingga sekitar 30 persen dalam waktu tertentu setelah diminum. Meski demikian, peningkatan tersebut tidak berlangsung lama dan tetap perlu didukung oleh gaya hidup sehat secara keseluruhan.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.