NYERI saat berjalan sering dianggap sebagai hal wajar seiring bertambahnya usia. Namun, anggapan tersebut ternyata perlu diluruskan karena justru dapat membuat kondisi fisik lansia semakin menurun.
Dokter Spesialis Ortopedi Subspesialis Tulang Belakang Siloam Hospitals Mampang, dr. S. Dohar A. L. Tobing, Sp.OT, mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan usia sebagai alasan untuk berhenti aktif bergerak. Menurutnya, banyak orang yang baru memasuki usia 50 tahun sudah menganggap dirinya lansia sehingga membatasi aktivitas sehari-hari.

“Kadang pasien umur 50 tahun sudah merasa jadi lansia. Umur 50-60 tahun dia sudah mengkategorikan dirinya sebagai orang tua yang jangan banyak aktivitas lagi,” ujar dr. Dohar dalam Simposium Ortopedi Orthovolution 2026 Siloam Hospitals Mampang pada Sabtu 6 Juni 2026.
Padahal, pola pikir tersebut justru bisa memicu penurunan kondisi fisik lebih cepat. Hal itu dipicu kurangnya aktivitas.
“Nah sering kali itu yang menjadi inaktif. Kalau dia lebih inaktif, tidak engage dalam aktivitas fisik, terjadi sarcopenia. Akhirnya jadi makin cepat tua, tua dalam pengertian fisiknya,” jelas dr. Dohar.
Dokter Dohar menilai, seseorang tetap bisa menua dengan kondisi tubuh yang sehat dan aktif apabila menjaga massa otot serta rutin bergerak. Misalnya dengan beraktivitas sehari-hari seperti duduk di toilet, seharusnya bukan masalah bagi lansia.