Salah satu kritik datang dari kreator konten Sadam Permana yang diketahui hidup dengan tic disorder. Melalui unggahan di akun TikTok miliknya, Sadam menyampaikan keberatannya terhadap konten yang dibuat Xander.
"Ini nggak lucu sama sekali dan bukan bahan candaan. Sebagai pemilik tic disorder, jujur ini sangat menyinggung aku pribadi. Ketika aku mengalami tick, tubuh aku bisa mengeluarkan gerakan beberapa kali. Video yang dia buat juga bisa menyinggung temen-temen yang punya sindrom atau kebutuhan khusus lainnya," kata Sadam dalam unggahannya di TikTok, dikutip Kamis (3/6/2026).
Tak hanya kreator konten dan komunitas disabilitas, sejumlah warganet juga mempertanyakan perusahaan atau merek yang bekerja sama dengan Xander. Mereka menilai brand seharusnya lebih selektif dalam memilih figur untuk kegiatan promosi.
Seorang ibu yang mengaku memiliki anak berkebutuhan khusus turut menyampaikan kekecewaannya melalui kolom komentar.
"dek, anakku pejuang epilepsy, aku doakan kamu menjadi seperti yang dalam videomu ya," tulis akun gheamirrela.