“Virus ini lebih bandel, lebih tahan, dan bisa menembus sampai ke saraf anak,” jelasnya.
Jika telah menyerang sistem saraf, EV71 berpotensi menyebabkan komplikasi seperti ensefalitis atau radang otak, kejang, hingga kelumpuhan layu. Karena itu, orang tua diimbau untuk tidak menganggap Flu Singapura sebagai penyakit yang selalu ringan.
Selain itu, hingga saat ini belum tersedia terapi antivirus khusus untuk mengobati HFMD. Penanganan yang diberikan umumnya bersifat suportif untuk meredakan gejala dan mencegah komplikasi.
“Nah, sementara untuk antivirus itu belum ada. Jadi harapan kita adalah jangan sampai kena,” kata dr. Handayani.
Untuk menurunkan risiko penularan, ia menyarankan orang tua menerapkan langkah-langkah pencegahan, seperti membiasakan anak mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan lingkungan dan mainan, serta memastikan anak mendapatkan imunisasi sesuai anjuran tenaga kesehatan.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.