Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Apakah Lesi dari Flu Singapura Bisa Hilang? Ini Faktanya

Devi Pattricia , Jurnalis-Jum'at, 05 April 2024 |16:00 WIB
Apakah Lesi dari Flu Singapura Bisa Hilang? Ini Faktanya
Apakah lesi pada flu Singapura bisa hilang? (Foto: Freepik.com)
A
A
A

PENINGKATAN kasus flu Singapura sedang hangat diperbincangkan publik, khususnya para orangtua. Pasalnya penyakit yang juga dikenal dengan istilah Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) lebih sering terjadi pada anak-anak.

Biasanya gejala yang muncul ketika si kecil terinfeksi flu Singapura ini yaitu adanya lesi pada bagian telapak tangan, telapak kaki, dan juga mulut. Selain itu, kondisi ini juga disertai dengan demam dan nyeri tenggorokan.

Penyakit ini dapat dengan mudah menular, sehingga penderitanya disarankan untuk isolasi mandiri selama lima sampai dengan tujuh hari. Setelah itu, virusnya akan melemah dan tidak bisa menyebar lagi.

Namun, apakah lesi bekas flu Singapura itu bisa hilang? atau malah membekas seperti sakit cacar air?

Flu Singapura

Menurut Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi Penyakit Tropik IDAI & Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Prof. Dr. dr. Edi Hartoyo, Sp.A(K) lesi akibat flu Singapura bisa hilang dengan sendirinya.

Hal ini karena lesi tersebut hanya muncul di lapisan kulit luar saja. Berbeda dengan cacar yang lenting atau vesikelnya sampai ke lapisan kulit yang dalam, sehingga menyebabkan bekas yang susah menghilang.

“Pertama lesinya akan hilang karena dia tidak sampai ke dermis lapisan kulit yang dalam, lain dengan cacar. Cacar kalau dia ada infeksi sekunder menjadi vesikel, dia akan menjadi bopeng atau ada bekasnya,” kata Prof Edi dalam Media Briefing IDAI beberapa waktu lalu.

Karena lesinya tidak sampai ke lapisan kulit terdalam, maka Anda hanya tinggal menunggu waktu sampai lesi tersebut memudar dari waktu ke waktu. Namun apabila lesi tersebut memiliki infeksi, bisa jadi akan menimbulkan bekas pada kulit.

“Tetapi kalau virus Singapura tidak, karena lesinya tidak sedalam cacar. Artinya tidak menyebabkan bekas, kecuali ada skenario infeksi,” tuturnya.

Bukan hanya lesi, virus dari flu Singapura juga tidak menimbulkan kekebalan tubuh. Hal ini berbeda dengan kondisi cacar atau campak yang menghadirkan kekebalan pada tubuh.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement