Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Leher Sakit Usai Makan Daging Kurban Belum Tentu Kolesterol, Dokter: Bisa Jadi Sugesti

Djanti Virantika , Jurnalis-Jum'at, 29 Mei 2026 |08:05 WIB
Leher Sakit Usai Makan Daging Kurban Belum Tentu Kolesterol, Dokter: Bisa Jadi Sugesti
Nyeri leher usai makan daging kebanyakan. (Foto: Freepik)
A
A
A

SETELAH momen Idul Adha, banyak orang mengeluhkan kondisi tubuh yang terasa tidak nyaman usai mengonsumsi daging kurban dalam jumlah cukup banyak. Keluhan yang sering muncul antara lain pusing, leher terasa kaku, hingga badan pegal.

Kondisi ini kerap langsung dikaitkan dengan kolesterol tinggi. Tapi ternyata, penyebabnya tidak selalu demikian. Bisa jadi rasa sakit itu muncul karena sugesti saja.

5 Manfaat Daging Kurban Sapi dan Kambing saat Idul Adha untuk Kesehatan

1. Leher Sakit Usai Makan Daging Kurban

Dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Premier Jatinegara, dr. Dwi Rendra Hadi, Sp.PD, dalam acara Morning Zone di Youtube Okezone, menjelaskan bahwa kolesterol sebenarnya tidak menimbulkan gejala secara langsung setelah seseorang mengonsumsi makanan berlemak.

Kolesterol tinggi umumnya berkembang secara perlahan tanpa disadari, hingga akhirnya menumpuk di pembuluh darah dan memicu kondisi serius seperti stroke atau serangan jantung.

“Memang di masyarakat sering tuh kayak, ‘Aduh, ini kok lehernya enggak enak gitu ya. Ini gara-gara habis (makan daging jadi) kolesterol nih kayaknya,’” ujar dr. Rendra di Morning Zone.

“Tapi ternyata fakta sebenarnya kolesterol itu seringkali enggak ada gejalanya. Jadi kolesterol itu gejalanya tuh tersembunyi. Tiba-tiba dia udah menumpuk di pembuluh darah kita dan menyebabkan gejala yang berat, seperti stroke, serangan jantung,” lanjutnya.

2. Penyebab Tidak Enak Badan

Lalu, apa yang membuat sebagian orang merasa tidak enak badan setelah makan sate kambing atau gulai daging? Menurut dr. Rendra, hal tersebut bisa berkaitan dengan kerja sistem pencernaan yang meningkat.

Saat seseorang mengonsumsi makanan dalam jumlah besar, terutama yang tinggi protein dan lemak, tubuh akan memfokuskan aliran darah ke saluran cerna untuk membantu proses pencernaan. Akibatnya, sebagian orang bisa merasakan sensasi tidak nyaman seperti lemas atau pegal di bagian tubuh tertentu.

Kondisi ini bukan karena penyakit langsung. Melainkan, respons tubuh terhadap kerja metabolisme yang lebih berat dari biasanya.

“Kalau untuk gejala-gejala yang nggak khas gitu ya, seperti badan sakit-sakit, leher belakang nggak enak, itu biasanya jarang. Tapi memang kalau habis makan daging kebanyakan gitu ya seringkali itu darah itu tuh berfokus di saluran cerna kita karena kan kerjanya berat,” jelas dr. Rendra.

 

3. Sugesti

Apa Perbedaan Nyeri Leher Akibat Asam Urat dan Kolesterol?

Selain faktor fisik, dokter juga menyoroti peran sugesti atau faktor psikologis dalam munculnya keluhan setelah makan daging. Banyak orang sudah memiliki keyakinan bahwa konsumsi daging berlebihan akan menimbulkan sakit tertentu, sehingga tubuh ikut merasakan gejala tersebut meskipun secara medis tidak selalu berbahaya.

Fenomena ini dikenal sebagai psikosomatis, yaitu kondisi ketika pikiran dapat memengaruhi munculnya gejala fisik.

“Enggak cuma daging. Sebenarnya makan kebanyakan apa pun tuh pencernaan kita kan kerja berat. Plus sugesti. Itu campuran ya jadi karena banyak aliran darah ke sana tuh otot-otot kita di tempat lain tuh bisa jadi lebih tegang, jadi enggak enak. Tapi secara teori sih harusnya nggak bikin sakit gitu,” tutur dr. Rendra.

“Tapi lebih karena sugestinya orang sering bilang ya kalau di belakang unduk itu bikin nggak enak, bikin sakit lama-lama kita jadi ngerasain juga. Jadi banyak memang beberapa gejala kedokteran tuh yang cukup dipengaruhi juga sama sugesti ya. Jadi namanya psikosomatis. Ya, psikosomatis pain itu sering terjadi juga gitu,” lanjutnya.

Meski demikian, dokter tetap mengingatkan bahwa konsumsi daging, terutama daging merah seperti kambing dan sapi, sebaiknya tetap dalam batas wajar. Pola makan yang tidak seimbang dalam jangka panjang tetap dapat meningkatkan risiko kolesterol, hipertensi, dan gangguan metabolik lainnya.

(Djanti Virantika)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement