Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Seberapa Banyak Sebenarnya Porsi Aman Makan Daging Setiap Hari?

Djanti Virantika , Jurnalis-Kamis, 28 Mei 2026 |14:05 WIB
Seberapa Banyak Sebenarnya Porsi Aman Makan Daging Setiap Hari?
Berapa porsi aman makan daging setiap hari? (Foto: Freepik)
A
A
A

IDUL Adha identik dengan momen berkumpul bersama keluarga sekaligus menikmati hidangan daging kurban seperti sate, gulai, hingga rendang. Di hari besar ini, konsumsi daging biasanya meningkat dibandingkan hari biasa.

Namun, penting untuk tetap memperhatikan pola makan agar tidak berlebihan dan tetap sehat. Mungkin, banyak yang masih belum mengetahui pasti berapa banyak sih sebenarnya jumlah atau porsi daging agar tetap aman dalam tubuh.

Rendang Padang

1. Porsi Ideal Konsumsi Daging

Dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Premier Jatinegara, dr. Dwi Rendra Hadi, Sp.PD, dalam acara Morning Zone di Youtube Okezone, membeberkan porsi aman untuk makan daging, baik sapi atau kambing, setiap harinya. Secara umum, konsumsi daging sapi atau kambing yang dianjurkan adalah sekitar 50–80 gram per hari.

Jumlah tersebut bukan patokan dalam satu kali makan, melainkan total konsumsi harian. Jika dikonversikan, porsi tersebut setara dengan sekitar 3–5 tusuk sate atau 2–3 potong kecil rendang.

“Untuk daging sapi atau kambing idealnya makannya tuh Cuma 50-80 gram sehari. Kita bicara secara umum, bukan dalam sekali makan. Itu kalau sate kurang lebih ya 3-5 tusuk,” ujar dr. Rendra dalam acara Morning Zone.

“Itu secara teorinya, yang lebih dianjurkan seperti itu. Kalau rendang, kurang lebih 2-3 potong yang kecil,” lanjutnya.

Namun, penting untuk dipahami bahwa kebutuhan setiap orang bisa berbeda. Aktivitas fisik, kondisi kesehatan, serta pola makan secara keseluruhan turut memengaruhi kebutuhan tubuh terhadap protein hewani.

“Tapi kalau untuk porsi individu untuk menimbulkan gejala sebenarnya sangat relative artinya berbeda-beda. Makanya ada orang yang bisa mukbang, tapi enggak ada gejala apa-apa,” jelas dr. Rendra.

 

2. Tubuh Bisa Beradaptasi, tapi Tetap Ada Batas

Resep Sate Kambing

Lebih lanjut, dr. Rendra juga menjelaskan bahwa beberapa orang mungkin mampu mengonsumsi makanan dalam jumlah besar tanpa langsung merasakan gejala tertentu. Hal ini terjadi karena tubuh memiliki kemampuan adaptasi. Namun, bukan berarti konsumsi berlebihan tidak memiliki dampak.

Masalah utama bukan hanya pada satu kali makan, tetapi pada pola konsumsi yang berulang dan berlangsung dalam jangka panjang. Kebiasaan mengonsumsi daging secara berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan tertentu, terutama jika tidak diimbangi dengan sayur, buah, dan asupan serat yang cukup.

Tubuh sebenarnya memiliki sinyal atau “alarm” ketika asupan makanan sudah berlebihan, meskipun tidak selalu muncul dalam bentuk gejala langsung. Karena itu, penting untuk tidak hanya fokus pada satu kali makan, tetapi juga memperhatikan kebiasaan makan sehari-hari.

Konsumsi berlebihan sesekali mungkin tidak langsung menimbulkan efek, tetapi jika menjadi kebiasaan, dampaknya dapat muncul dalam jangka panjang. Oleh karena itu, keseimbangan tetap menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan.

“Tubuh lama-lama adaptasi. Sebenarnya yang berbahaya kan pola dan kebiasaan,” tutur dr. Rendra.

“Kalau misal sesekali, tubuh akan berikan alarm atau rem, ‘Wah ini kebanyakan nih.’ Baiknya kita berhenti saat itu, jadi gejalanya enggak muncul. Meskipun kalaupun kebanyakan sekalipun, itu efek kesehatannya enggak langsung,” tukasnya.

(Djanti Virantika)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement