Air mani yang terlihat lebih kental belum tentu menandakan sperma lebih subur. Kondisi itu bisa saja disebabkan oleh tingginya konsentrasi sperma atau justru banyaknya sperma dengan bentuk yang tidak normal.
Saat sperma masuk ke dalam vagina, cairan tersebut akan berinteraksi dengan lendir serviks. Lendir serviks memiliki peran penting dalam melindungi sperma dari tingkat keasaman vagina sekaligus membantu “menyaring” sperma.
Sperma dengan bentuk, ukuran, atau kemampuan bergerak (motilitas) yang kurang baik biasanya akan lebih sulit mencapai sel telur untuk proses pembuahan.
Karena itu, kesuburan pria tidak bisa dinilai hanya dari sperma yang tampak lebih kental. Pemeriksaan medis seperti analisis sperma tetap diperlukan untuk mengetahui kualitas sperma secara menyeluruh, termasuk jumlah, bentuk, dan pergerakannya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.