Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mitos atau Fakta: Sperma yang Kental Lebih Subur

Tim Okezone , Jurnalis-Kamis, 28 Mei 2026 |02:08 WIB
Mitos atau Fakta: Sperma yang Kental Lebih Subur
Mitos atau Fakta: Sperma yang Kental Lebih Subur (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Anggapan bahwa sperma atau air mani yang lebih kental menandakan tingkat kesuburan pria lebih tinggi masih banyak dipercaya masyarakat. Padahal, secara medis, kekentalan sperma tidak selalu berkaitan langsung dengan kualitas maupun kemampuan membuahi sel telur.

Selama ini, masih banyak mitos seputar sperma dan kesuburan pria yang beredar di masyarakat. Mulai dari bentuk, warna, hingga tekstur sperma sering dianggap sebagai penentu utama kesuburan, meski belum tentu sesuai fakta ilmiah.

Apakah Sperma Kental Lebih Subur?

Secara sederhana, proses reproduksi terjadi ketika sperma yang dikeluarkan melalui penis masuk ke vagina, lalu bergerak menuju sel telur untuk proses pembuahan. Namun, mekanisme tersebut sebenarnya jauh lebih kompleks daripada yang dibayangkan.

Melansir heathline, dalam sejarah ilmu pengetahuan, pemahaman tentang sperma juga sempat dipenuhi teori yang keliru. Ratusan tahun lalu, ilmuwan pernah percaya bahwa di dalam kepala sperma terdapat “manusia mini” yang sudah terbentuk sempurna. Teori tersebut kemudian terbukti tidak benar.

Kini, perkembangan ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa kesuburan pria tidak ditentukan hanya dari tekstur atau kekentalan sperma.

Air mani yang terlihat lebih kental belum tentu menandakan sperma lebih subur. Kondisi itu bisa saja disebabkan oleh tingginya konsentrasi sperma atau justru banyaknya sperma dengan bentuk yang tidak normal.

Saat sperma masuk ke dalam vagina, cairan tersebut akan berinteraksi dengan lendir serviks. Lendir serviks memiliki peran penting dalam melindungi sperma dari tingkat keasaman vagina sekaligus membantu “menyaring” sperma.

Sperma dengan bentuk, ukuran, atau kemampuan bergerak (motilitas) yang kurang baik biasanya akan lebih sulit mencapai sel telur untuk proses pembuahan.

Karena itu, kesuburan pria tidak bisa dinilai hanya dari sperma yang tampak lebih kental. Pemeriksaan medis seperti analisis sperma tetap diperlukan untuk mengetahui kualitas sperma secara menyeluruh, termasuk jumlah, bentuk, dan pergerakannya.
 

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement