Berposisi sebagai gelandang, Achmad Nawir dikenal cerdas membaca permainan dan memiliki jiwa kepemimpinan tinggi. Dengan gaya bermain lugas dan tenang, ia dipercaya menjadi kapten tim Hindia Belanda di Piala Dunia 1938.
Salah satu hal yang paling mencuri perhatian publik Eropa kala itu adalah penampilannya yang mengenakan kacamata saat bertanding. Media-media Eropa bahkan menyoroti sosoknya sebagai pemain unik dengan intelektualitas tinggi di atas lapangan.
Pada laga bersejarah yang digelar di Stade de Reims, Prancis, Hindia Belanda harus menghadapi kekuatan besar dunia saat itu, Hungaria. Meski akhirnya kalah telak 0-6, perjuangan tim Hindia Belanda tetap mendapat pujian dari berbagai media Eropa.
Usai tampil di Piala Dunia, Achmad Nawir memilih melanjutkan karier di dunia medis. Ia tetap aktif bermain sepakbola sambil menyelesaikan pendidikan kedokterannya hingga resmi menjadi dokter pada 1939.
Saat Jepang menduduki Indonesia, Achmad Nawir turut mengabdikan diri sebagai tenaga medis membantu masyarakat. Setelah masa perjuangan berlalu, ia mendedikasikan hidupnya untuk dunia kesehatan dengan mendirikan klinik dan terus melayani masyarakat.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.