Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Solusi Jantung Sehat tapi Belum Terbiasa Olahraga Lari

Niko Prayoga , Jurnalis-Selasa, 19 Mei 2026 |08:17 WIB
Solusi Jantung Sehat tapi Belum Terbiasa Olahraga Lari
Solusi Jantung Sehat tapi Belum Terbiasa Olahraga Lari (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Tidak semua orang langsung terbiasa melakukan olahraga lari untuk menjaga kesehatan jantung. Namun, ada alternatif olahraga ringan yang disebut tetap efektif membantu menjaga kesehatan jantung, terutama bagi pemula yang belum kuat berlari.

Influencer kesehatan sekaligus dokter umum, dr. Cecep Hermawan, membagikan tips tersebut melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya. Ia memperkenalkan metode Japanese Walking sebagai pilihan olahraga sederhana yang bisa dilakukan siapa saja.

Dalam video itu, dr. Cecep menjelaskan bahwa Japanese Walking cocok untuk orang yang ingin mulai rutin berolahraga tanpa harus memaksakan diri berlari.

“Kabar gembira buat yang pengen jantung sehat, tapi belum bisa lari karena alasan apa pun. Enggak usah dipaksain kok, kita cukup rutinin trik jalan kaki ini. Namanya Japanese Walking,” kata dr. Cecep.

Ia menjelaskan, metode Japanese Walking dilakukan dengan pola jalan santai selama tiga menit yang kemudian diselingi jalan cepat selama tiga menit. Pola tersebut diulang selama kurang lebih 30 menit.

“Pas jalan cepat, otot jantung bakal sedikit kurang oksigen sementara. Nah, ini murni buat mancing tubuh ngebentuk cabang pembuluh darah baru atau angiogenesis biar aliran oksigen ke jantung makin lancar,” jelasnya.

Mengenal Japanese Walking

Menurut dr. Cecep, metode ini juga disebut dapat membantu meningkatkan kapasitas pernapasan dan membuat pembuluh darah lebih lentur sehingga tekanan darah menjadi lebih stabil.

“Plus ritme gas rem ini terbukti nambah kapasitas nafas kita. Bikin pembuluh darah lebih lentur buat stabilin tensi dan maksa otot nyerap gula darah lebih optimal,” ungkap dr. Cecep.

Lebih lanjut, ia menjelaskan ada beberapa tanda untuk mengetahui apakah seseorang sudah masuk ke fase jalan cepat saat melakukan Japanese Walking. Salah satunya dapat dilihat dari pola napas yang mulai lebih cepat hingga hanya mampu mengucapkan satu atau dua kata.

“Patokan jalan cepatnya gimana sih? Pakai tes ngomong aja. Pas ngebut usahain nafas agak ngos-ngosan dan cuma sanggup ngucap satu dua kata,” tuturnya.

Sementara bagi pengguna smartwatch, fase jalan cepat bisa dipantau melalui detak jantung yang mencapai lebih dari 70 persen dari batas maksimal.

“Nah, pas jalan santai nafas harus balik tenang dan bisa ngomong lancar atau nyanyi lagi. Biar hasilnya optimal rutinin minimal dua sampai empat kali dalam seminggu,” pungkasnya.


 


 

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement