Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Studi Soroti Dampak Terapi Penurun Berat Badan pada Kesehatan Perempuan

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Minggu, 17 Mei 2026 |13:59 WIB
Studi Soroti Dampak Terapi Penurun Berat Badan pada Kesehatan Perempuan
Studi Soroti Dampak Terapi Penurun Berat Badan terhadap Kesehatan Perempuan (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Obat penurun berat badan berbahan aktif semaglutide kembali menjadi sorotan setelah sejumlah penelitian terbaru menunjukkan potensi manfaat lain di luar penanganan obesitas. Selain membantu menurunkan berat badan, terapi ini disebut berkaitan dengan penurunan risiko migrain, depresi, hingga gangguan jantung pada perempuan menopause dengan obesitas.

Temuan tersebut dipaparkan dalam European Congress on Obesity 2026 dan dilaporkan media farmasi internasional Drug Topics.

Dalam salah satu studi yang melibatkan lebih dari 34 ribu perempuan menopause di Amerika Serikat, pengguna terapi semaglutide diketahui memiliki risiko migrain sekitar 42 hingga 45 persen lebih rendah dibanding kelompok yang hanya menjalani terapi hormon menopause.

Penurunan risiko itu disebut mulai terlihat sejak enam bulan pertama penggunaan dan bertahan selama periode penelitian berlangsung.

Selain migrain, penelitian tersebut juga menemukan adanya penurunan risiko depresi sekitar 25 persen pada kelompok pengguna semaglutide dibanding peserta yang hanya menggunakan terapi hormon menopause.

Penurunan Berat Badan Signifikan

Penelitian lain dalam uji klinis STEP UP menunjukkan perempuan pramenopause dengan obesitas mengalami penurunan berat badan rata-rata hingga 22,6 persen setelah menjalani terapi semaglutide dosis 7,2 mg selama 72 minggu.

Lebih dari 40 persen peserta bahkan berhasil menurunkan berat badan hingga seperempat dari total berat awal mereka.

Sementara itu, perempuan perimenopause dan pascamenopause juga mencatat penurunan berat badan mendekati 20 persen selama masa penelitian.

Selain berat badan, penurunan lingkar pinggang juga ditemukan pada sebagian besar peserta. Kondisi tersebut dinilai berkaitan dengan berkurangnya lemak visceral, yakni lemak di area perut yang sering dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit metabolik dan jantung.

Analisis lain dari studi SELECT juga menunjukkan penggunaan semaglutide pada perempuan menopause dengan obesitas dan riwayat penyakit jantung berkaitan dengan penurunan risiko serangan jantung, stroke, hingga kematian akibat penyakit kardiovaskular.

Risiko Obesitas Meningkat saat Menopause

Menurut data yang dipresentasikan dalam konferensi tersebut, hampir satu dari lima perempuan di dunia hidup dengan obesitas. Risiko tersebut disebut meningkat selama masa menopause akibat perubahan hormon yang memengaruhi metabolisme dan distribusi lemak tubuh.

Associate Professor dari University of Helsinki, Emilia Huvinen, mengatakan menopause masih menjadi area yang relatif kurang mendapat perhatian dalam penelitian obesitas global.

Ia menilai manfaat semaglutide tampak tidak hanya berkaitan dengan penurunan berat badan, tetapi juga kualitas hidup dan kesehatan jantung perempuan menopause.

Penggunaan Obat GLP-1 Meningkat

Obat golongan GLP-1 seperti Wegovy dan Ozempic sendiri terus mengalami peningkatan penggunaan di sejumlah negara.

Data hingga Maret 2026 menunjukkan terapi GLP-1 telah menyumbang hampir 8 persen dari total resep obat yang ditebus di Amerika Serikat. Dalam beberapa bulan terakhir, jumlah resep baru obat anti-obesitas juga dilaporkan meningkat lebih dari 20 persen.

Meski demikian, para peneliti mengingatkan bahwa sebagian temuan terkait migrain dan depresi masih bersifat observasional sehingga diperlukan penelitian lanjutan untuk memastikan hubungan langsung antara semaglutide dan manfaat neurologis tersebut.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement