KEBERHASILAN Ashanty menyelesaikan pendidikan doktoralnya baru-baru ini menjadi inspirasi bagi banyak perempuan untuk terus belajar dan berkembang, termasuk setelah berkeluarga dan memiliki anak. Di tengah kesibukannya sebagai ibu, istri, artis, sekaligus pebisnis, Ashanty membuktikan bahwa pendidikan tetap bisa menjadi prioritas dan tidak mengenal batas usia.
Pencapaian Ashanty juga memperlihatkan pentingnya sosok ibu yang memiliki wawasan luas bagi tumbuh kembang anak. Ibu bukan hanya menjadi pendamping dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga berperan besar dalam membentuk pola pikir, karakter, hingga cara anak memandang pendidikan dan masa depan.

Tak heran, ibu sering disebut sebagai sekolah pertama bagi anak, karena banyak nilai kehidupan yang dipelajari sejak dini berasal dari lingkungan keluarga, terutama dari sosok ibu. Ada sederet manfaat jika ibu memiliki wawasan luas bagi masa depan anak.
Dilansir dari laman The Sun Life, Sabtu (16/5/2026), berikut 5 manfaat ibu yang memiliki wawasan luas bagi masa depan anak:
Ibu memiliki peran utama dalam membesarkan anak. Dari masa bayi hingga dewasa, ibu membimbing, mendidik, dan memberikan contoh yang baik bagi anak-anak mereka.
Ibu tidak hanya mengajarkan hal-hal praktis, seperti membersihkan dan makan dengan benar, tetapi juga nilai-nilai moral, etika, dan kejujuran. Ibu berperan dalam memberikan pendidikan dini kepada anak-anak, yang sangat penting karena pendidikan dini yang berkualitas membantu anak-anak mengembangkan potensi dan keterampilan mereka sejak dini.
Sebagai panutan yang baik bagi anak-anak. Sikap, perilaku, dan nilai-nilai yang ditunjukkan oleh ibu akan ditiru oleh anak-anak dalam membentuk karakter dan kepribadian mereka. Oleh karena itu, ibu perlu menjaga perilaku positif dan mengajarkan nilai-nilai yang diinginkan kepada anak-anak.
Tidak heran jika ibu juga sering disebut sebagai guru pertama anak-anak. Ibu yang cerdas akan menghasilkan anak-anak yang cerdas. Ibu yang memiliki pengetahuan luas biasanya lebih mudah memberikan stimulasi positif bagi tumbuh kembang anak. Tidak hanya soal pendidikan akademik, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, komunikasi, hingga pembentukan karakter.
Ibu sering bertindak sebagai mediator atau penengah dalam menyelesaikan konflik antar anggota keluarga. Ibu memiliki kepekaan emosional yang tinggi dan dapat meredakan ketegangan serta menciptakan suasana harmonis di rumah.
Ibu yang memiliki keterampilan komunikasi yang baik dapat membantu meningkatkan pemahaman antar anggota keluarga. Ia dapat mengajari anak-anak dan suami untuk berkomunikasi secara terbuka, jujur, dan saling pengertian.
Ibu dapat mendengarkan dengan saksama semua pihak, mengusulkan solusi yang adil, dan membantu mencapai kesepakatan yang memuaskan semua orang. Selain itu, ibu membantu anak-anak memahami pentingnya empati, keterampilan sosial, dan hubungan interpersonal yang sehat.