Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Usia Berapa Anak Boleh Naik Gunung? Begini Kata IDAI

Agustina Wulandari , Jurnalis-Senin, 11 Mei 2026 |17:10 WIB
Usia Berapa Anak Boleh Naik Gunung? Begini Kata IDAI
Ilustrasi mengajak anak mendaki gunung. (Foto: dok Freepik)
A
A
A

JAKARTA – Kegiatan mendaki gunung bersama si kecil memang menyenangkan. Selain mengenal alam, si kecil juga merasa bebas dalam menuangkan tingkah aktifnya.

Namun, sebagai orang tua, kegiatan mendaki gunung perlu perhatian khusus untuk mengajak buah hati. Kegiatan outdoor ini terkenal sebagai aktivitas ekstrem dan butuh pendampingan ekstra. Berkaca pada kasus hipotermia yang dialami balita 1,5 tahun di Gunung Ungaran, orang tua harus memastikan kesiapan dari kondisi fisik anak saat hendak mengajaknya melakukan kegiatan outdoor.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), mengajak anak mendaki gunung tidak ada usia khusus. Namun IDAI mengimbau pada para orang tua untuk memastikan kondisi anak karena kemampuan setiap anak berbeda. IDAI menegaskan bahwa anak usia di bawah 3-5 tahun kondisinya lebih rentan sehingga IDAI tidak menganjurkan umur tersebut.

IDAI juga mengungkapkan, anak di bawah 3 tahun berisiko tinggi terhadap hipotermia, dehidrasi hingga kesulitan evakuasi di medan ekstrem. Untuk itu,orang tua harus memperhatikan aktivitas pengenalan alam secara bertahap untuk si kecil dengan persiapan yang matang.

Kapan saat yang Tepat Ajak Anak Mengenal Alam?

Dikutip dari Enfant en Voyage, orang tua perlu memperhatikan panduan sesuai usia anak-anak. Panduan ini juga perlu menyesuaikan kondisi fisik anak serta kebiasaan mereka dalam mendaki.

  • Balita usia 0-3 tahun, ajak untuk mengenal aktivitas alam atau area camping ground dengan pendampingan.
  • Anak usia 3-6 tahun, pengenalan kegiatan di alam di ketinggian 400-500 m, seperti camping ceria, curug, persawahan dengan trek yang mudah.
  • Usia 5 dan 8 tahun, ketinggian dapat ditingkatkan 100-200 m.
  • Pada usia 8 tahun, anak-anak dapat mendaki ketinggian 800-900 m jika sudah terbiasa mendaki dan menempuh jarak 8-9 km, seperti hiking di bukit.

Menurut Ketua Asosiasi Pendaki Gunung Indonesia (APGI) Rahman Mukhlis, usia 7 tahun adalah fase ideal mulai mengajak anak mendaki ke puncak gunung karena kesehatan dan fisik anak sudah cukup kuat untuk aktivitas di alam.

Kemudian, secara psikologis anak mulai mampu mengendalikan diri, memahami aturan dan tanggung jawab. Lalu, spiritual, dimana ini adalah fase yang tepat menanamkan nilai-nilai spiritual melalui pengalaman nyata di alam.

Terakhir, teknis. Anak mulai bisa dilibatkan dalam teknis dan manajemen pendakian dengan pengawasan orang dewasa yang kompeten dan berpengalaman.

(Agustina Wulandari )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement