Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Apa Perbedaan Trauma dan PTSD yang Sering Dianggap Sama?

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Minggu, 10 Mei 2026 |17:22 WIB
Apa Perbedaan Trauma dan PTSD yang Sering Dianggap Sama?
Apa Perbedaan Trauma dan PTSD yang sering Dianggap Sama? (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Apa perbedaan trauma dan PTSD yang sering dianggap sama? Banyak orang menganggap trauma dan PTSD adalah kondisi yang sama, padahal keduanya memiliki perbedaan mendasar, baik dari sisi gejala, tingkat keparahan, hingga penanganannya.

Trauma merupakan respons emosional atau psikologis seseorang setelah mengalami kejadian yang menyakitkan atau mengejutkan, seperti kecelakaan, kekerasan, bencana alam, kehilangan orang terdekat, hingga patah hati. Sementara PTSD atau post-traumatic stress disorder adalah gangguan mental yang muncul akibat trauma berat yang tidak tertangani dengan baik.

PTSD biasanya membuat seseorang terus dihantui pengalaman buruk dalam waktu lama hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Perbedaan Trauma dan PTSD

Berikut beberapa perbedaan trauma dan PTSD yang dilansir dari laman RS Pondok Indah:

1. Definisi

Trauma adalah reaksi emosional alami setelah seseorang mengalami peristiwa yang menegangkan, menakutkan, atau menyakitkan. Kondisi ini bisa muncul setelah satu kejadian atau berulang kali akibat pengalaman traumatis yang kompleks.

Pada banyak kasus, trauma ringan hingga sedang dapat membaik seiring waktu dengan dukungan lingkungan dan pengelolaan emosi yang baik.

Sedangkan PTSD merupakan gangguan mental yang berkembang setelah seseorang mengalami trauma berat. Kondisi ini membutuhkan penanganan profesional karena gejalanya bisa sangat mengganggu kehidupan penderitanya.

2. Gejala yang Muncul

Orang yang mengalami trauma biasanya merasakan sedih, takut, syok, kecewa, cemas, atau bingung setelah kejadian tertentu. Beberapa juga mengalami sulit tidur, mimpi buruk, perubahan suasana hati, hingga memilih menarik diri dari lingkungan sosial.

Sementara gejala PTSD cenderung lebih berat dan berlangsung lebih lama. Penderita PTSD dapat mengalami:

  • Kilas balik terhadap kejadian traumatis
  • Sulit mengendalikan emosi saat mengingat peristiwa tertentu
  • Selalu merasa waspada
  • Mudah marah dan tersinggung
  • Kecemasan berlebihan
  • Menghindari tempat atau orang yang berkaitan dengan trauma
  • Pikiran negatif terhadap diri sendiri maupun orang lain
  • Sulit fokus dan mengingat
  • Perasaan putus asa
  • Perilaku destruktif atau menyakiti diri sendiri

3. Lama Gejala Berlangsung

Trauma umumnya berlangsung lebih singkat dan dapat membaik secara bertahap, terutama jika seseorang memiliki dukungan dari keluarga atau orang terdekat.

Sebaliknya, PTSD bisa berlangsung selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun apabila tidak ditangani. Karena itu, penderita PTSD biasanya memerlukan bantuan dokter spesialis kejiwaan atau psikolog untuk proses pemulihan.

4. Dampak pada Kehidupan Sehari-hari

Trauma ringan biasanya hanya menimbulkan gangguan sementara, misalnya sulit tidur atau mudah cemas dalam waktu singkat.

Namun PTSD dapat berdampak lebih serius terhadap kehidupan seseorang, mulai dari gangguan tidur kronis, kesulitan bekerja, hubungan sosial terganggu, hingga meningkatkan risiko depresi dan gangguan mental lainnya.

Dalam kondisi tertentu, penderita PTSD juga bisa mengalami keinginan menyakiti diri sendiri atau melakukan tindakan berbahaya.

5. Penanganan

Sebagian besar trauma dapat membaik dengan dukungan sosial, istirahat cukup, olahraga, pola hidup sehat, serta kemampuan mengelola stres.

Sementara PTSD memerlukan penanganan medis dan terapi psikologis. Dokter biasanya akan memberikan psikoterapi untuk membantu pasien mengelola emosi dan menghadapi ingatan traumatis secara sehat.

Pada beberapa kasus, obat-obatan seperti antidepresan juga dapat diberikan untuk membantu mengurangi kecemasan, depresi, maupun gangguan tidur.

Meski trauma sering dianggap normal setelah mengalami kejadian menyakitkan, kondisi ini tetap perlu diperhatikan. Jika gejala tidak membaik dalam waktu lama atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga profesional agar mendapatkan penanganan yang tepat.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement