Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BPOM Temukan 11 Kosmetik Mengandung Bahan Berbahaya dan Dilarang, Izin Edar Dicabut!

Niko Prayoga , Jurnalis-Jum'at, 08 Mei 2026 |16:05 WIB
BPOM Temukan 11 Kosmetik Mengandung Bahan Berbahaya dan Dilarang, Izin Edar Dicabut!
BPOM temukan 11 kosmetik berbahaya. (Foto: Freepik)
A
A
A

2. Sanksi Berupa Pencabutan Izin Edar

Kosmetik

Sebagai langkah tegas, BPOM akhirnya memberikan sanksi berupa pencabutan izin edar dan penghentian sementara kegiatan dalam produksi 11 kosmetik tersebut. Bahkan, BPOM menertibkan fasilitas produksi dan sarana peredaran dari 11 kosmetik.

Taruna menjelaskan bahwa, penggunaan bahan berbahaya dalam kosmetik ini merupakan suatu pelanggaran Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Tak main-main, hukuman pidana penjara bisa dijatuhkan paling lama 12 tahun atau denda paling banyak Rp5 miliar bagi para pelanggar seperti orang yang memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memenuhi standar dan/atau persyaratan keamanan, kemanfaatan, dan mutu.

“Temuan ini menunjukkan bahwa masih ada pelaku usaha yang mengabaikan keselamatan konsumen demi keuntungan. BPOM tidak akan ragu mengambil tindakan tegas, termasuk sanksi administratif hingga pidana,” tegas dia.

Lebih lanjut, Taruna mengimbau seluruh masyarakat agar lebih waspada dalam memilih produk kosmetik. Selain itu masyarakat juga diminta agar tidak tergiur dengan klaim instan tanpa memastikan izin edar dari BPOM.

“Meningkatnya temuan ini menjadi sinyal bahwa kewaspadaan tidak boleh diturunkan. Masyarakat harus lebih cerdas dan kritis dalam memilih kosmetik. Pastikan selalu memilih produk yang telah memiliki izin edar dan digunakan sesuai ketentuan,” pungkas dia.

(Djanti Virantika)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement