“Risiko utamanya adalah terganggunya material tikus yang terkontaminasi… di ruang tertutup atau berventilasi buruk,” jelas Balasubramaniam.
Tingkat kematian akibat hantavirus bervariasi tergantung jenisnya. Untuk HFRS, angka kematian berkisar 1% hingga 15%. Sementara sindrom paru hantavirus memiliki tingkat fatalitas lebih tinggi, mencapai sekitar 40%.
Hingga saat ini belum ada obat antivirus khusus untuk hantavirus. Penanganan umumnya bersifat suportif, seperti pemberian oksigen, pengaturan cairan, hingga ventilasi pada kasus berat. Karena itu, deteksi dini menjadi sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan pasien.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.