Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Hantavirus, Wabah yang Menyebar di Kapal Pesiar MV Hondius yang Sebabkan 3 Orang Meninggal

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Selasa, 05 Mei 2026 |18:10 WIB
Mengenal Hantavirus, Wabah yang Menyebar di Kapal Pesiar MV Hondius yang Sebabkan 3 Orang Meninggal
Mengenal Hantavirus, Wabah yang Menyebar di Kapal Pesiar MV Hondius yang Sebabkan 3 Orang Meninggal (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Mengenal hantavirus, wabah yang dilaporkan terjadi di kapal pesiar MV Hondius hingga menyebabkan tiga orang meninggal dunia. Kasus ini terjadi saat kapal tersebut berlayar di Samudra Atlantik, dalam rute antara Argentina dan Tanjung Verde.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setidaknya satu kasus hantavirus telah terkonfirmasi, sementara satu pasien lainnya dirawat intensif di rumah sakit di Afrika Selatan. Dua korban meninggal diketahui merupakan pasangan asal Belanda.

Apa Itu Hantavirus?

Melansir The Guardian, hantavirus atau Orthohantavirus merupakan kelompok virus yang umumnya ditemukan pada hewan pengerat seperti tikus dan mencit, namun dapat menular ke manusia.

Menurut Adam Taylor dari Universitas Lancaster, terdapat sekitar 38 jenis hantavirus di dunia, dan 24 di antaranya dapat menyebabkan penyakit pada manusia.

Sementara itu, peneliti dari Universitas Queensland, Dr. Yomani Sarathkumara, menyebut infeksi ini tergolong jarang terjadi pada manusia, bahkan kerap salah didiagnosis sebagai penyakit lain di wilayah tropis.

Cara Penularan dan Gejala

Hantavirus menyebar ke manusia melalui kontak dengan kotoran, urin, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi. Penularan juga bisa terjadi melalui udara (inhalasi partikel) atau, meski jarang, melalui gigitan hewan.

Sarathkumara menyebut kelompok yang paling berisiko adalah masyarakat yang sering terpapar lingkungan dengan populasi tikus tinggi, seperti di sektor pertanian.

Ahli virologi dari Universitas Monash Malaysia, Vinod Balasubramaniam menjelaskan bahwa hantavirus umumnya tidak mudah menular antar manusia seperti flu atau COVID-19.

Secara umum, terdapat dua jenis utama hantavirus:

  • Hantavirus Dunia Lama (Eropa dan Asia): Menyebabkan demam berdarah dengan sindrom ginjal (HFRS), dengan gejala seperti sakit kepala, demam, nyeri punggung, hingga gangguan ginjal.
  • Hantavirus Dunia Baru (Amerika): Menyebabkan sindrom paru hantavirus yang lebih berbahaya, dengan gejala awal mirip flu, namun dapat berkembang cepat menjadi gagal pernapasan.

“Hantavirus dunia baru menyebabkan sindrom paru-paru yang berkembang sangat cepat dan gagal pernapasan,” kata Balasubramaniam.

Masa inkubasi virus ini cukup panjang, yakni antara satu hingga delapan minggu, sehingga sering kali sulit terdeteksi sejak awal.

Dugaan Penyebab Wabah di Kapal

Hingga kini, WHO masih menyelidiki sumber pasti wabah di MV Hondius. Namun, ada beberapa kemungkinan yang disampaikan para ahli.

Pertama, adanya kontaminasi dari tikus di dalam kapal, terutama di area penyimpanan atau ruang tertutup.

Kedua, penularan bisa terjadi sebelum penumpang naik kapal, mengingat masa inkubasi yang panjang.

Ketiga, kemungkinan penularan antar manusia, meski dinilai sangat kecil kemungkinannya.

“Risiko utamanya adalah terganggunya material tikus yang terkontaminasi… di ruang tertutup atau berventilasi buruk,” jelas Balasubramaniam.

Tingkat kematian akibat hantavirus bervariasi tergantung jenisnya. Untuk HFRS, angka kematian berkisar 1% hingga 15%. Sementara sindrom paru hantavirus memiliki tingkat fatalitas lebih tinggi, mencapai sekitar 40%.

Hingga saat ini belum ada obat antivirus khusus untuk hantavirus. Penanganan umumnya bersifat suportif, seperti pemberian oksigen, pengaturan cairan, hingga ventilasi pada kasus berat. Karena itu, deteksi dini menjadi sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan pasien.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement