BUKET bunga dan pesan duka penuhi Stasiun Bekasi Timur. Hal ini terjadi pasca-kecelakaan kereta yang menewaskan 16 orang.
Diketahui, seluruh korban tewas merupakan perempuan. Usai kejadian itu, masyarakat pun turut menunjukkan rasa empati dan dukacitanya atas kejadian tersebut dengan mengirimkan buket bunga dan pesan duka.

Ya, suasana haru menyelimuti Stasiun Bekasi Timur usai terjadinya kecelakaan kereta Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line pada Senin, 27 April 2026 malam WIB. Kecelakaan ini diketahui menyebabkan 16 orang meninggal dunia dan 90 orang mengalami luka-luka.
Kabar ini memberikan duka mendalam, tak hanya bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga seluruh masyarakat Indonesia. Apalagi, korban meninggal dunia diketahui seluruhnya merupakan perempuan karena tabrakan tersebut memang menghantam keras gerbong khusus wanita yang berada di paling belakang.

Cerita-cerita menyentuh dan penuh haru pun muncul dari para korban. Kondisi ini menimbulkan empati besar dari masyarakat Indonesia. Alhasil, area Stasiun Bekasi Timur pun kini dipenuhi buket bunga, karangan bunga, serta pesan-pesan duka dari warga sebagai bentuk belasungkawa bagi para korban.
Ratusan rangkaian bunga diletakkan di berbagai sudut stasiun. Dalam buket itu, kerap berisi doa dan juga foto-foto dari para korban
Kehadiran bunga-bunga ini menjadikan area stasiun tampak seperti ruang memorial sementara yang dipenuhi nuansa duka dan keheningan. Karangan bunga datang dari berbagai kalangan, mulai dari penumpang, warga sekitar, hingga pihak yang ingin menyampaikan empati atas tragedi yang terjadi.
Kini, proses penyelidikan penyebab kecelakaan pun masih terus dilakukan pihak berwenang. Bahkan, posisi dikabarkan sudah menaikkan kasus kecelakaan kereta di Bekasi Timur ini ke tahap penyidikan.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.