Pada kondisi ini, tubuh tidak mampu menyerap natrium dengan baik. Akibatnya, natrium banyak terbuang melalui urin, sehingga tubuh terus “meminta” garam.

Penderita kondisi genetik ini kehilangan lebih banyak natrium melalui keringat. Hal ini menyebabkan tubuh membutuhkan asupan garam lebih banyak dibanding orang pada umumnya.
Beberapa orang yang mengalami migrain juga cenderung mengidam makanan asin atau manis. Hal ini diduga berkaitan dengan upaya tubuh meredakan gejala sakit kepala.
Sesekali ngidam asin itu memang hal yang wajar. Namun, jika terjadi terus-menerus dan disertai gejala lain, sebaiknya tidak diabaikan karena bisa menjadi tanda kondisi kesehatan tertentu.
Tubuh sebenarnya hanya membutuhkan sekitar 500 mg natrium per hari, namun kebanyakan orang mengonsumsi jauh lebih banyak dari itu. Organisasi kesehatan pun menyarankan batas konsumsi sekitar 1.500-2.300 mg per hari untuk menjaga kesehatan jantung.
Sehingga, ngidam makanan asin bukan sekadar kebiasaan tapi bisa jadi sinyal tubuh sedang butuh keseimbangan cairan atau bahkan tanda kondisi medis tertentu. Kuncinya adalah memperhatikan frekuensi dan gejala lain yang muncul.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.