Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cegah Penularan Campak, Anak yang Demam dan Batuk Sebaiknya Tak Sekolah Dulu

Annastasya Rizqa , Jurnalis-Sabtu, 11 April 2026 |14:45 WIB
Cegah Penularan Campak, Anak yang Demam dan Batuk Sebaiknya Tak Sekolah Dulu
Cegah Penularan Campak, Anak yang Demam dan Batuk Sebaiknya Tak Sekolah Dulu (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Campak masih menjadi salah satu penyakit menular yang sering menyerang anak-anak di Indonesia. Di tengah upaya pemerintah meningkatkan cakupan imunisasi, kasus campak masih ditemukan, terutama pada anak yang belum mendapatkan vaksin lengkap.

Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr. Andi Saguni, mengatakan penularan campak pada anak sangat berisiko, khususnya di sekolah. Ia pun mengimbau orang tua dan guru agar anak tak usah masuk sekolah bila mengalami kondisi demam hingga batuk.

“Bila ada anak yang demam, tidak perlu ke sekolah. Pastikan setelah sembuh kembali sekolah,” ungkap Andi dalam konferensi pers daring, Jumat (10/4/2026).

Andi menjelaskan penularan virus campak cukup tinggi. Satu anak yang terkena campak bisa menularkan kepada 12–18 anak lainnya. Hal ini membuat orang tua dan pihak sekolah perlu waspada dan memahami kondisi kesehatan anak.

“Kemampuan menularkan pasien itu bisa ke 12 sampai 18 orang. Bisa dibayangkan nanti teman-temannya bisa tertular secara cepat,” paparnya.

Andi mengatakan orang tua dan guru di sekolah perlu melihat gejala kesehatan pada anak. Bila anak mengalami demam, batuk, pilek, dan mata merah, segera bawa ke layanan kesehatan dan dianjurkan tak usah masuk sekolah.

“Peran guru juga penting jika ada gejala demam batuk dan ada gejala 3C seperti pilek, mata merah, sebaiknya murid tersebut dibawa ke layanan kesehatan dan tidak perlu ke sekolah dulu,” jelas Andi.

Sementara itu, Kemenkes RI mengungkap data penurunan kasus campak di Indonesia hingga minggu ke-13 2026. Adapun penerapan vaksin campak juga akan diberikan pada usia dewasa dan dimulai dari para tenaga medis di 14 provinsi Indonesia.

“Pada minggu pertama, jumlah kasus campak 2.220 dan kita bandingkan pada minggu ke-13, itu sudah tinggal 195 kasus campak,” ujar Andi.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement