Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jangan Cuma FOMO, Ini yang Harus Disiapkan Sebelum Resign

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Kamis, 02 April 2026 |17:19 WIB
Jangan Cuma FOMO, Ini yang Harus Disiapkan Sebelum Resign
Jangan Cuma FOMO, Ini yang Harus Disiapkan Sebelum Resign (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Resign setelah Lebaran adalah fenomena tren tahunan yang kerap terjadi di Indonesia. Karyawan mengundurkan diri pasca menerima Tunjangan Hari Raya (THR).

Tren resign ini dipicu oleh beberapa hal, antara lain pencairan hak finansial (THR), waktu refleksi selama libur panjang, serta keinginan mencari lingkungan kerja yang lebih baik, lebih fleksibel, atau work-life balance yang lebih sehat.

Tapi jangan cuma sekadar ikut-ikutan atau FOMO, ya. Sebelum resign, sebaiknya kamu menyiapkan beberapa hal, antara lain kesiapan finansial.

Perencana keuangan Andy Nugroho menjelaskan, kita ingin resign biasanya ada dua kemungkinan: memulai di perusahaan baru atau banting setir menjadi pebisnis.

"Ketika mereka memang ingin mencari pekerjaan yang lain sebelum resign, akan lebih baik apabila mereka sudah mendapatkan pekerjaan lain lebih dulu. Sudah dapat kepastian lah, bahwa pekerjaannya ini akan menampung mereka ketika mereka akan resign dari tempat lamanya. Atau misalnya mereka ingin resign dan memulai bisnis baru, bisnis sendiri. Boleh aja, namun pastikan bahwa bisnis itu sudah bisa BEP (balik modal), ya, tapi paling tidak sudah bisa memberikan hasil, sudah bisa jadi pegangan dia untuk kebutuhan sehari-harinya dia," papar dia kepada Okezone.

Pentingnya Punya Dana Darurat

Selain dua hal tersebut, sebelum resign sebaiknya sudah memiliki tabungan atau dana darurat. Idealnya, dana darurat yang harus dimiliki adalah tiga kali penghasilan.

"Alangkah lebih baik apabila mereka juga sudah memiliki tabungan sendiri atau sudah punya dana darurat, lah, ya," imbuhnya.

Dengan persiapan yang lebih matang, kehidupan setelah resign bisa berjalan seperti biasa. Jadi, resign tidak perlu ikut-ikutan tren, ya, harus ada persiapan. Terlebih di kondisi ekonomi dunia yang sedang tidak baik-baik saja.

"Saya menyarankan untuk berhitung sebelum resign, kira-kira dana THR ini cukup nggak sih? Atau kalau cukup, cukup untuk berapa lama ke depan. Artinya, jangan sampai mereka memutuskan untuk resign saat ini, padahal belum dapat pekerjaan baru, dana THR ini hanya cukup untuk sebulan ke depan. Nah, itu mesti dipikirin," tegasnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement