“Apabila ada kegiatan dari wali kota atau jajaran pemerintah kota, biasanya sesuai permintaan mereka kami buka,” sambungnya.
Keputusan tersebut diambil karena payung berisiko rusak jika terkena angin kencang atau hujan lebat. Demi keamanan jamaah dan menjaga kondisi payung, pengurus memutuskan untuk tidak membukanya setiap hari.
“Alasannya karena risikonya cukup tinggi. Kalau angin kencang takutnya terbawa angin. Pernah dulu kita buka setiap hari, tapi saat angin kencang apalagi disertai hujan jadi berbahaya,” pungkasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.