JAKARTA -Saat sahur kita tentunya mengutamakan agar apa yang kita konsumsi bisa membuat kita kenyang sepanjang hari agar kuat berpuasa sampai waktu berbuka tiba. Namun ternyata bukan hanya makanan yang bisa membuat kenyang, ada juga minuman yang bisa membuat kita merasa kenyang lebih lama yaitu susu.
Meskipun sederhana, kandungan protein dalam susu tidak bisa diremehkan. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin bahkan menyarankan minuman tersebut agar dikonsumsi saat sahur. Tetapi, susu yang dikonsumsi haruslah susu segar 100 persen dan berwarna putih.
“Saya kasih tahu nih, satu minuman wajib saat sahur. Namanya susu. Nah, susunya susu putih, 100 persen fresh milk dan pastikan yang putih,” kata Budi dalam unggahan video di Instagramnya, dikutip Kamis (5/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa susu bisa membuat tubuh merasa kenyang lebih lama. Hal itu dikarenakan kandungan protein yang tinggi dalam susu bisa menghambat pengosongan lambung.
“Ya. Kenapa susu? Karena susu itu tinggi protein dan protein akan menghambat pengosongan lambung. Sehingga kita merasa kenyangnya jauh lebih lama,” ucap dia.
Meski demikian, ia tetap mengimbau agar tidak mengonsumsi susu jika tubuh memiliki lactose intolerant atau intoleransi laktosa. Karena jika seseorang memiliki lactose intolerant dan terlalu banyak mengonsumsi susu, maka akan menyebabkan gangguan pencernaan, seperti kembung, diare, bergas, mual bahkan kram perut.
“Cuma hati-hati saja untuk yang laktosa intoleran ya, minumnya jangan banyak-banyak. Ikutin nasihat saya ya, pada saat sahur itu jangan makan yang tinggi karbo tapi harus tinggi protein,” pungkas dia.
Mengutip dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, susu memiliki banyak manfaat bagi tubuh, bukan hanya untuk pencernaan namun juga untuk kesehatan tulang dan penyakit kardiovaskular. Karena, susu mengandung banyak kalsium, vitamin D serta fosfor yang baik untuk tulang serta meredakan tekanan darah.
Selain itu, susu yang bersifat murni maupun olahan juga memiliki kandungan laktosa yang rendah dan mengandung bakteri baik yang bermanfaat bagi pencernaan. Laktosa sendiri merupakan gula alami yang ditemukan dalam susu, laktosa sendiri bisa dicerna tubuh dengan bantuan enzim laktase.
Namun, tidak semua orang memiliki enzim laktase yang tinggi, sehingga mereka menjadi intoleran terhadap laktosa. Hasilnya, laktosa yang dicerna justru akan masuk ke usus kecil tempat bakteri berfermentasi dan menghasilkan gejala gangguan pencernaan seperti gas, kembung, diare, atau sembelit.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.