JAKARTA - Sayuran hijau selama ini dikenal menyehatkan dan sering menjadi pilihan dalam menu diet. Namun ternyata, ada beberapa jenis sayuran tertentu yang memiliki manfaat lebih dari itu.
Cruciferous vegetables seperti brokoli, kembang kol, kubis, kale, pokchoy, dan sayuran sejenis lainnya ternyata punya manfaat khusus dalam menurunkan risiko kanker usus besar (kanker kolorektal), salah satu jenis kanker paling umum di dunia.
Penelitian menunjukkan bahwa orang yang rutin mengonsumsi sayuran ini memiliki kemungkinan lebih rendah terkena kanker usus besar dibandingkan mereka yang jarang memakannya.
Para ilmuwan menduga ada beberapa faktor yang membuat cruciferous vegetables berbeda dari sayuran lain. Salah satunya adalah kandungan sulforaphane, senyawa alami yang telah banyak diteliti karena kemampuannya membantu melindungi sel dari kerusakan DNA serta mendukung proses detoksifikasi alami tubuh.
Senyawa ini juga diketahui berpotensi memperlambat pertumbuhan sel kanker. Selain itu, sayuran seperti brokoli dan kubis kaya akan serat, yang berperan penting dalam menjaga kesehatan pencernaan dan mempercepat waktu transit makanan melalui usus.
Para peneliti menemukan bahwa konsumsi sayuran cruciferous dalam jumlah lebih tinggi berkaitan dengan risiko kanker kolorektal yang lebih rendah. Bahkan, korelasinya dinilai lebih kuat dibanding sekadar konsumsi sayuran hijau secara umum.
Mengolah cruciferous vegetables sebagai menu harian relatif mudah dan bisa divariasikan agar tidak membosankan, misalnya:
Selain potensi perlindungan terhadap kanker kolorektal, sayuran cruciferous juga dapat membantu menurunkan peradangan, menjaga berat badan tetap sehat, serta mendukung metabolisme tubuh secara keseluruhan.
Meski begitu, pola makan sehat tetap perlu dibarengi dengan gaya hidup aktif dan pemeriksaan kesehatan rutin untuk hasil yang optimal.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.