Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Thailand hingga Singapura Perketat Kawasan, Waspada Virus Nipah Jelang Imlek

Mei Sada Sirait , Jurnalis-Rabu, 04 Februari 2026 |12:17 WIB
Thailand hingga Singapura Perketat Kawasan, Waspada Virus Nipah Jelang Imlek
Thailand hingga Singapura Perketat Kawasan, Waspada Virus Nipah Jelang Imlek. (Ilustrasi : Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Wabah virus Nipah yang terjadi di India membuat sejumlah negara di Asia meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, telah ditemukan kasus kematian akibat infeksi virus Nipah di negara bagian West Bengal.

Negara-negara seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura kini memperketat kawasan dengan melakukan pemeriksaan kesehatan tambahan di pintu masuk, seperti bandara. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan guna menghambat potensi penyebaran virus Nipah ke luar wilayah India.

Dikutip sciencealert, Rabu (4/2/2026), pemeriksaan tersebut meliputi pengecekan suhu tubuh, pemeriksaan kesehatan, serta skrining bagi pelaku perjalanan dari daerah terdampak. Virus Nipah dikenal sebagai patogen yang sangat mematikan, dengan tingkat kematian pada manusia berkisar antara 40 hingga 75 persen.

Virus Nipah merupakan virus zoonotik, yakni virus yang dapat menular dari hewan ke manusia. Penularan sebagian besar terjadi melalui kontak dengan kelelawar buah yang membawa virus, termasuk melalui cairan tubuh seperti air liur, urine, atau kotoran.

 

Penularan antarmanusia juga dapat terjadi, meski kasusnya lebih jarang dibandingkan penularan dari hewan ke manusia. Oleh karena itu, sejumlah negara di Asia memperketat kawasan sebagai langkah antisipasi.

Kewaspadaan ini semakin ditingkatkan menjelang periode mobilitas tinggi, seperti perayaan Tahun Baru Imlek. Meski demikian, virus Nipah hingga kini belum menyebar secara luas di India sehingga jumlah masyarakat terdampak diperkirakan masih relatif rendah.

Virus Nipah dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia. Gejala yang muncul antara lain demam tinggi dan ensefalitis atau peradangan pada otak yang memerlukan penanganan medis intensif.

Kelompok usia tertentu serta individu dengan sistem imun lemah memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi akibat infeksi virus ini. Oleh sebab itu, masyarakat dan otoritas kesehatan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap risiko penyakit zoonotik tersebut.

(Rani Hardjanti)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement