Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menkes: Asap Rokok Bapak Jadi Biang Kerok Anak Kurang Gizi!

Niko Prayoga , Jurnalis-Selasa, 03 Februari 2026 |09:22 WIB
Menkes: Asap Rokok Bapak Jadi Biang Kerok Anak Kurang Gizi!
Menkes: Asap Rokok Bapak Jadi Biang Kerok Anak Kurang Gizi! (Foto: Kemenkes)
A
A
A

“Hari ini ibu harus mulai lebih tegas. Tagih jatah rokok bapaknya, tukar jadi jatah gizi anak-anak. Ini bukan soal melarang semata, tapi soal masa depan anak,” tegas Budi.

Pernyataan Menkes ini diperkuat oleh berbagai data dan penelitian. Berdasarkan laporan BMJ Tobacco Control tahun 2025, rumah tangga dengan perokok di Indonesia menghabiskan rata-rata 10,7 hingga 11 persen dari total anggaran bulanan mereka untuk rokok. Angka ini tergolong besar, terutama bagi keluarga berpenghasilan rendah.

Ironisnya, di banyak keluarga miskin, belanja rokok bahkan tercatat dua kali lipat lebih besar dibandingkan belanja telur atau daging. Kondisi ini secara langsung berkontribusi pada tingginya risiko stunting dan gizi buruk pada anak-anak.

Sementara itu, Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives mencatat bahwa kebiasaan merokok dapat meningkatkan angka kemiskinan nasional sebesar 2,84 hingga 3,26 poin persentase. Artinya, sekitar 7,5 hingga 8,8 juta orang berpotensi jatuh ke bawah garis kemiskinan akibat pengeluaran untuk rokok.

Di sisi lain, Menkes juga mengakui bahwa bagi sebagian masyarakat, rokok kerap dijadikan pelarian dari tekanan hidup dan cara cepat untuk mendapatkan rasa tenang atau dopamin. Kandungan nikotin dan sensasi hisapan tembakau memang memberikan efek relaksasi sesaat, terutama bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah yang menghadapi tekanan sosial dan finansial.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement