Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menkes: Asap Rokok Bapak Jadi Biang Kerok Anak Kurang Gizi!

Niko Prayoga , Jurnalis-Selasa, 03 Februari 2026 |09:22 WIB
Menkes: Asap Rokok Bapak Jadi Biang Kerok Anak Kurang Gizi!
Menkes: Asap Rokok Bapak Jadi Biang Kerok Anak Kurang Gizi! (Foto: Kemenkes)
A
A
A

Menurut Menkes, alasan ekonomi sering kali digunakan sebagai pembenaran ketika anak mengalami kurang gizi atau bahkan stunting. Padahal, jika ditelusuri lebih jauh, kebiasaan merokok justru menjadi salah satu penyebab utama kebocoran anggaran rumah tangga.

“Saya sering dengar alasan ekonomi jadi penyebab anak kurang gizi, bahkan stunting. Tapi kalau dilihat, asap yang keluar dari mulut bapaknya itu sebenarnya jadi faktor utama,” ungkap Budi.

Ia menjelaskan, konsumsi rokok yang cukup tinggi setiap hari membuat pengeluaran keluarga membengkak tanpa disadari. Uang yang habis menjadi asap dalam sehari seharusnya bisa dialokasikan untuk sumber protein hewani seperti telur, yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan otak dan fisik anak.

“Kalau satu bungkus rokok isinya penyakit semua, itu uangnya habis percuma. Padahal dengan Rp30.000, ibu bisa beli sekitar 16 butir telur atau satu kilogram. Telur itu bisa jadi lauk lebih dari satu hari dan sangat baik untuk pertumbuhan anak,” jelasnya.

Budi juga mengingatkan bahaya rokok tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga dari paparan asap rokok di dalam rumah. Anak-anak yang terpapar asap rokok berisiko mengalami gangguan pernapasan, infeksi saluran napas, hingga penurunan daya tahan tubuh, yang pada akhirnya memperparah kondisi gizi mereka.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement