Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pentingnya Keamanan Emosional Anak, Psikolog: Otak Tidak Bisa Belajar Optimal

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Jum'at, 30 Januari 2026 |01:34 WIB
Pentingnya Keamanan Emosional Anak, Psikolog: Otak Tidak Bisa Belajar Optimal
Pentingnya Keamanan Emosional Anak, Psikolog: Otak Tidak Bisa Belajar Optimal (Foto: Freepik)
A
A
A

Menurut Anastasia, efeknya bisa berlangsung panjang. Anak yang mengalami kesulitan akademik akan cenderung merasa dirinya “bermasalah”, padahal bisa jadi gaya belajarnya berbeda dengan sistem pengajaran di sekolah.

“Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat membuat anak sulit mengenal dirinya sendiri, cepat mengalami burnout atau kelelahan mental, serta kehilangan rasa ingin tahu alami. Jika dibiarkan, hal ini akan mengikis rasa ingin tahu, padahal rasa ingin tahu adalah bahan bakar belajar yang paling sehat,” papar Anastasia.

Di sinilah pendekatan pembelajaran reflektif memegang peran penting. Melalui refleksi, anak diajak memahami bahwa dirinya bukan sekadar hasil akhir. Anak belajar mengenali kekuatan dan area yang masih perlu dikembangkan, serta memahami bahwa gagal tidak sama dengan tidak berharga. Dari proses inilah kepercayaan diri yang sehat terbentuk.

“Model reflektif mengajarkan anak satu hal penting, bahwa ‘aku bukan hanya nilai, aku adalah proses’,” ujar Anastasia.

Pendekatan ini juga menjadi dasar bagi sekolah-sekolah yang berupaya membangun pengalaman belajar yang lebih bermakna. Head of School NJIS, Ezra Alexander, menegaskan bahwa pembelajaran tidak dapat dilepaskan dari kondisi emosional siswa.

“Kami memandang belajar bukan hanya sebagai pencapaian akademik, tetapi juga sebagai pengalaman hidup anak di sekolah,” ujarnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement