Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Diet Water Fasting: Manfaat, Risiko, dan Hal yang Perlu Diwaspadai

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Sabtu, 24 Januari 2026 |11:30 WIB
Mengenal Diet Water Fasting: Manfaat, Risiko, dan Hal yang Perlu Diwaspadai
Mengenal Diet Water Fasting: Manfaat, Risiko, dan Hal yang Perlu Diwaspadai (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA Diet water fasting atau puasa air belakangan ini semakin populer, terutama di media sosial, sebagai metode cepat menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan. Diet ini hanya memperbolehkan konsumsi air putih tanpa asupan makanan apa pun selama periode tertentu.

Meski disebut-sebut memiliki manfaat kesehatan, para ahli menegaskan bahwa water fasting juga menyimpan risiko serius, terutama jika dilakukan tanpa pengawasan medis.

Melansir healthline, water fasting adalah metode puasa ekstrem di mana seseorang tidak mengonsumsi makanan sama sekali, hanya minum air putih. Umumnya dilakukan selama 24–72 jam, dan tidak dianjurkan lebih lama tanpa pengawasan tenaga kesehatan.

Alasan orang mencoba water fasting antara lain:

  • Alasan spiritual atau keagamaan
  • Menurunkan berat badan
  • Klaim detoksifikasi tubuh
  • Mencari manfaat kesehatan tertentu

Namun, penting dipahami bahwa tubuh tetap membutuhkan nutrisi, sehingga puasa air tidak cocok untuk semua orang.

Manfaat Potensial Water Fasting

Beberapa penelitian terutama pada hewan dan studi terbatas pada manusia—menunjukkan potensi manfaat berikut:

1. Mendorong Autofagi

Autofagi adalah proses alami tubuh untuk membersihkan dan mendaur ulang sel-sel yang rusak. Proses ini dikaitkan dengan:

  • Perlindungan terhadap penyakit kronis
  • Perbaikan fungsi sel
  • Potensi perlambatan penuaan
  • Namun, bukti kuat pada manusia masih terbatas.

2. Menurunkan Tekanan Darah

Puasa air yang dilakukan dengan pengawasan medis dilaporkan dapat membantu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.

3. Meningkatkan Sensitivitas Insulin dan Leptin

Puasa dapat membuat tubuh lebih responsif terhadap insulin dan leptin, hormon yang berperan dalam pengaturan gula darah dan rasa kenyang.

4. Menurunkan Faktor Risiko Penyakit Kronis

Beberapa studi menunjukkan penurunan kadar trigliserida dan peradangan, yang berhubungan dengan risiko penyakit jantung.

Catatan penting: sebagian besar manfaat ini belum cukup kuat untuk dijadikan rekomendasi umum, terutama tanpa pengawasan medis.

Bahaya dan Risiko Water Fasting

Meski terlihat sederhana, water fasting memiliki risiko nyata:

1. Kehilangan Massa Otot

2. Dehidrasi

3. Hipotensi Ortostatik

4. Memperburuk Kondisi Medis Tertentu

Tidak dianjurkan bagi:

  • Penderita diabetes tipe 1 & 2
  • Penderita asam urat
  • Orang dengan riwayat gangguan makan
  • Lansia, ibu hamil, dan anak-anak

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement