JAKARTA - Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit leptospirosis atau yang dikenal sebagai penyakit kencing tikus, terutama di tengah musim hujan dan banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah.
Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengingatkan bahwa leptospirosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Bakteri tersebut umumnya hidup di dalam tubuh tikus dan dapat menyebar ke lingkungan melalui urine.

Dikutip dari akun Instagram resmi Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, penularan leptospirosis pada manusia dapat terjadi ketika kulit terluka atau selaput lendir bersentuhan langsung dengan air, tanah, atau genangan banjir yang telah terkontaminasi urine tikus.
“Manusia bisa terinfeksi karena adanya kontak dengan urine (kencing) tikus,” tulis Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, dikutip Kamis (22/1/2026).
Risiko penularan meningkat saat banjir karena bakteri dapat terbawa aliran air dan mengenai warga yang beraktivitas di area tergenang. Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak menyepelekan penyakit ini karena dapat berdampak serius bagi kesehatan jika tidak ditangani dengan cepat.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau warga untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan, menghindari kontak langsung dengan air banjir, serta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) guna melindungi diri dan keluarga dari risiko penyakit leptospirosis.
Selain itu, masyarakat juga disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, atau mata kemerahan setelah terpapar air banjir.
(Rani Hardjanti)