Risiko penularan meningkat saat banjir karena bakteri dapat terbawa aliran air dan mengenai warga yang beraktivitas di area tergenang. Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak menyepelekan penyakit ini karena dapat berdampak serius bagi kesehatan jika tidak ditangani dengan cepat.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau warga untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan, menghindari kontak langsung dengan air banjir, serta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) guna melindungi diri dan keluarga dari risiko penyakit leptospirosis.
Selain itu, masyarakat juga disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, atau mata kemerahan setelah terpapar air banjir.
(Rani Hardjanti)