“Sebagaimana kita ketahui, kusta memiliki tanda-tanda medis yang jelas, tetapi juga dihadapkan pada masalah stigma akibat miskomunikasi yang harus segera diatasi,” kata Sasakawa.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyambut baik komitmen Sasakawa. Ia berharap upaya pemberantasan kusta dapat dilakukan secara lebih komprehensif dengan melibatkan edukasi publik yang tepat.
“Kalau ada yang mengisolasi atau bahkan membuang saudaranya karena terkena lepra, itu disinformasi. Tidak ada bukti ilmiahnya. Bukti ilmiah justru menunjukkan bahwa ketika seseorang terinfeksi bakteri lepra dan meminum antibiotik, dalam waktu kurang dari satu minggu penyakit tersebut sudah tidak menular,” jelas Menkes Budi.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Habibie Center, Ilham Akbar Habibie, menyatakan kesiapan pihaknya untuk berkolaborasi dengan Sasakawa Health Foundation dan Kementerian Kesehatan RI dalam upaya memerangi kusta di Indonesia.
“Habibie Center bergerak dalam isu demokrasi. Demokrasi tidak hanya soal sistem politik, tetapi juga kualitas hidup masyarakat, seperti kebebasan, kesejahteraan, kesehatan, dan keadilan. Kesehatan merupakan salah satu aspek penting dalam mewujudkan demokrasi yang utuh,” ujar putra Presiden RI ke-3 tersebut.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)