Di sisi lain, asap rokok juga dapat menurunkan imunitas terhadap HPV. Pasalnya, jumlah sel darah putih yang melawan infeksi pada perokok, termasuk perokok pasif, cenderung lebih sedikit.
Kondisi tersebut memungkinkan terjadinya penurunan sistem kekebalan tubuh sehingga kurang optimal dalam melindungi tubuh dari HPV.
Selain itu, mengutip American Cancer Society, perempuan yang merokok memiliki kemungkinan dua kali lipat lebih besar terkena kanker serviks dibandingkan perempuan yang tidak merokok.
Bahkan ditemukan kandungan produk sampingan tembakau dalam lendir serviks perempuan perokok yang dapat mempercepat perkembangan kanker serviks.
Meski demikian, Budi menerangkan bahwa kedua jenis kanker tersebut kini sudah dapat dideteksi sejak dini di puskesmas terdekat.