4. Terapkan Aturan 72 Jam Sebelum Membeli
Aturan menunggu selama 72 jam sebelum membeli barang bertujuan memastikan keputusan belanja tidak didorong oleh emosi sesaat. Biasanya, jika barang tersebut tidak benar-benar dibutuhkan, keinginan untuk membeli akan berkurang dalam beberapa hari.
Namun, jika setelah tiga hari barang tersebut masih terasa diperlukan, pembelian dapat dilakukan dengan lebih yakin dan meminimalkan penyesalan.
5. Berhenti Mengikuti Merek dan Influencer Impulsif
Media sosial sering menjadi pemicu utama belanja tidak terencana. Oleh karena itu, penting untuk membatasi akun atau konten yang mendorong keinginan belanja berlebihan.
Dengan mengurangi paparan promosi, seseorang dapat lebih fokus pada kebutuhan nyata, bukan tren sesaat atau tekanan sosial untuk terus membeli.
6. Utamakan Pengalaman daripada Barang
Daripada mengalokasikan anggaran untuk barang, lebih baik berinvestasi pada pengalaman, seperti liburan singkat, kelas keterampilan, atau aktivitas bersama orang terdekat.
Pengalaman cenderung meninggalkan kesan jangka panjang dan nilai emosional yang lebih besar dibandingkan barang yang cepat usang atau terlupakan.
Enam aturan konsumsi ini bukan berarti melarang belanja sama sekali, melainkan membantu agar lebih selektif, bijak, dan memahami kebutuhan hidup.
Dengan menerapkan sebagian dari aturan konsumsi ini, tahun baru dapat dijalani dengan kondisi keuangan yang lebih sehat serta ruang hidup yang lebih ringan.
(Rani Hardjanti)