Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lagi Tren, Orangtua Beli Video AI untuk Dorong Anak Segera Menikah dan Punya Keturunan

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Jum'at, 02 Januari 2026 |11:25 WIB
Lagi Tren, Orangtua Beli Video AI untuk Dorong Anak Segera Menikah dan Punya Keturunan
Lagi Tren, Orangtua Beli Video AI untuk Dorong Anak Segera Menikah dan Punya Keturunan (Foto: SCMP)
A
A
A

JAKARTA - Viral video buatan kecerdasan buatan (AI) yang menampilkan sosok perempuan lajang paruh baya penuh penyesalan karena tidak menikah dan memiliki anak. Konten semacam ini bahkan disebut-sebut sengaja dibeli atau dibagikan oleh orangtua untuk mendorong anak-anak mereka segera menikah.

Melansir South China Morning Post (SCMP), sejumlah video AI tersebut beredar luas di platform video pendek di China. Isinya menggambarkan perempuan lajang berusia 50-an yang menangis di rumah sakit, menyesali keputusan hidupnya karena harus menjalani hari tua seorang diri tanpa pasangan dan anak.

Dalam salah satu video, seorang perempuan berusia 58 tahun mengaku menyesal tidak menikah saat muda. Ia mengeluh harus pergi ke rumah sakit sendirian tanpa ada keluarga yang menemani. Video lain menampilkan perempuan berusia 56 tahun yang berkata bahwa ia menyesali pilihannya mengabaikan nasihat orangtua untuk menikah dan memiliki anak.

Ada pula klip yang menggambarkan perempuan lajang menangis tersedu-sedu di lorong rumah sakit, sementara orang-orang di sekitarnya hanya menonton. Pengunggah video bahkan mencantumkan keterangan bahwa perempuan tersebut berasal dari Provinsi Gansu, China barat laut.

Video lain memperlihatkan perempuan paruh baya tanpa anak yang mengaku menyesal memilih gaya hidup DINK (double income no kids), sementara pasien di ranjang sebelah dirawat penuh oleh keluarga besar.

Edukasi Pernikahan

Meski sebagian video telah diberi label “buatan AI”, konten tersebut tetap menyedot perhatian dan memicu perdebatan. Sebagian warganet, khususnya orangtua, menganggap video ini sebagai sarana edukasi.

“Kita butuh lebih banyak video seperti ini. Mari lihat siapa yang masih bersikeras tetap melajang,” tulis seorang pengguna.

“Ini alat pendidikan penting bagi kaum muda yang kurang fokus,” komentar lainnya.

Namun, tak sedikit generasi muda merespons dengan nada sarkastik. Mereka menilai video tersebut sengaja dibuat untuk menakut-nakuti perempuan lajang.

“Wanita lajang usia 50-an di dunia nyata terlihat jauh lebih sehat dan awet muda dibanding yang ada di video ini,” tulis seorang warganet.

Pengguna lain mengaku khawatir orangtuanya mudah percaya konten semacam itu. “Orangtua saya sering mengirim video ini dan menganggapnya nyata. Saya takut mereka akan mudah tertipu di masa depan,” ujarnya.

Ada pula yang menilai video AI tersebut berpotensi memperuncing konflik antar generasi. “Tidak ada benar atau salah antara menikah atau melajang. Itu hanya cara berbeda untuk menemukan kebahagiaan,” tulis komentar lain.

Fenomena ini muncul di tengah tren penurunan angka pernikahan di China. Pada tahun lalu, jumlah pernikahan baru tercatat hanya 6,1 juta pasangan, terendah sejak 1980. Populasi China juga menyusut untuk tahun ketiga berturut-turut, meski angka kelahiran sedikit meningkat menjadi 9,54 juta bayi, didorong oleh kepercayaan budaya terhadap Tahun Naga yang dianggap membawa keberuntungan.

Data tersebut mencerminkan perubahan pola pikir generasi muda yang semakin memilih hidup melajang, berbanding terbalik dengan pandangan tradisional orangtua yang meyakini pernikahan dan anak sebagai satu-satunya jalan menuju kebahagiaan.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement