Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hari Mental Sedunia, 1 dari 10 Orang di Indonesia Alami Gangguan Depresi hingga Bipolar

Rani Hardjanti , Jurnalis-Jum'at, 10 Oktober 2025 |15:00 WIB
Hari Mental Sedunia, 1 dari 10 Orang di Indonesia Alami Gangguan Depresi hingga Bipolar
Hari Mental Sedunia, 1 dari 10 Orang di Indonesia Alami Gangguan Depresi hingga Bipolar. (Foto: Freepik)
A
A
A

3. Gangguan Psikosis

Merupakan gangguan mental yang ditandai dengan adanya gangguan kemampuan menilai realitas, disertai gangguan reaksi emosional, komunikasi, dan disabilitas dalam berhubungan dengan orang lain.

Gangguan psikosis bisa muncul dalam bentuk:

Mendengar suara-suara yang hanya didengar oleh dirinya sendiri

Bicara dan tertawa sendiri tanpa sebab

Curiga berlebihan

Merasa dirinya seseorang yang hebat, seperti presiden atau malaikat

Bicara kacau yang sulit dimengerti

Marah-marah tanpa sebab dan mengamuk

Terlalu menyendiri, tidak mau bergaul

Tidak menjaga kebersihan diri, atau buang air sembarangan

Salah satu contoh gangguan psikosis adalah skizofrenia, yaitu gangguan jiwa kronis yang memengaruhi kemampuan seseorang untuk berpikir, merasa, dan bertindak.

Ciri-ciri penderita skizofrenia:

Halusinasi (mendengar suara, melihat bayangan, mencium bau aneh, atau merasakan sensasi tidak nyata)

Enggan bersosialisasi dan menarik diri dari lingkungan sosial

Kehilangan motivasi dan kurang merawat diri

4. Gangguan Bipolar

Dialami oleh lebih dari 60 juta orang di dunia, gangguan bipolar ditandai dengan perubahan suasana hati yang drastis. Penderita bisa merasa sangat sedih dan putus asa pada suatu waktu, kemudian menjadi sangat bersemangat dan senang di waktu lain.

Gejala gangguan bipolar tergantung pada fasenya, yaitu fase mania (naik) dan fase depresi (turun).

Pada fase mania, penderita merasa sangat bersemangat, senang, dan pikirannya berpacu. Namun, pada saat bersamaan juga bisa merasa gelisah, sensitif, dan mudah tersinggung.

Pada fase ini penderita kerap mengambil keputusan secara emosional, yang mungkin disesali kemudian hari.

Sedangkan pada fase depresi, penderita merasa sangat sedih, hampa, putus asa, kehilangan minat terhadap aktivitas sehari-hari, dan sulit mengambil keputusan.

(Rani Hardjanti)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement