4. Buka Komunikasi
Cobalah untuk membuka komunikasi untuk menyelesaikan masalah bersama dan memberikan motivasi. Pendekatan yang suportif akan memberi ruang bagi anak remaja untuk merumuskan perubahan diri mereka. Bertanya, merefleksikan bersama, meminta izin untuk menyampaikan pendapat mengenai pilihan remaja, serta mencari solusi bersama tentu lebih baik daripada memberikan ultimatum.
5. Lakukan Pendekatan Restoratif & Rasional
Saat remaja melakukan kesalahan, beri ketenangan dan ajak mereka untuk berdiskusi. Cari tahu apa yang terjadi, siapa yang terpengaruh, apa yang bisa diperbaiki, serta bagaimana cara mencegah mengulang kesalahan yang serupa secara bersama-sama. Tentunya fokus pada pemulihan kerusakan dan akuntabilitas lebih baik daripada memberikan hukuman di berpotensi menekan anak.
Perlu diketahui cara-cara di atas tidak hanya mengurangi perilaku buruk anak, tetapi juga memperkuat hubungan antara orang tua dan remaja. Dengan begitu diharapkan anak remaja bertumbuh dengan sehat secara fisik dan mental.
(Rani Hardjanti)